TCS Kembangkan Robot Anjing AI untuk Inspeksi Pesawat, Diuji di Farnborough Air ShowTCS Kembangkan Robot Anjing AI untuk Inspeksi Pesawat, Diuji di Farnborough Air Show

QAPLO - Sebuah robot anjing berkaki empat bernama Poochie tengah disiapkan untuk mengambil alih salah satu tugas rutin pilot: memeriksa kondisi fisik pesawat sebelum lepas landas. Perusahaan teknologi asal India, Tata Consultancy Services (TCS), mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan robot ini melakukan berbagai fungsi inspeksi industri, termasuk di sektor penerbangan.
Poochie dan sejumlah perangkat robotik lain buatan TCS dipamerkan pekan lalu di Farnborough Air Show, salah satu pameran dirgantara terbesar di dunia. Robot ini sendiri diproduksi oleh perusahaan asal China, Unitree, namun TCS membangun sistem AI yang mengendalikan cara robot mengumpulkan data, menganalisisnya, dan memutuskan tindakan apa yang harus dilakukan.
Apa Itu "Physical AI" dan Bagaimana Cara Kerjanya
Teknologi yang digunakan Poochie disebut TCS sebagai "physical AI"—yaitu robot yang dilengkapi chip pemroses data langsung di perangkatnya sendiri (dikenal dengan istilah edge computing), bukan mengandalkan instruksi dari server jarak jauh. Dengan kata lain, Poochie bisa "berpikir" dan mengambil keputusan sendiri di lapangan tanpa harus menunggu perintah dari luar.
Robot ini dilengkapi kamera, berbagai sensor, serta model penalaran (*reasoning model*) yang membantunya menentukan sendiri ke mana harus bergerak dan apa yang perlu diperiksa. Otak dari sistem ini adalah chip bernama Jetson buatan Nvidia, produsen chip yang selama ini dikenal luas lewat teknologi pemrosesan grafis dan AI.
Saat ini, teknologi tersebut sudah digunakan oleh sebuah perusahaan agrikimia global yang identitasnya tidak diungkapkan TCS. Dengan tampil di Farnborough Air Show, TCS menyasar pasar baru: industri penerbangan, baik untuk proses manufaktur pesawat maupun perawatan rutin.
Tugas yang Ditargetkan: Cek Keliling Pesawat Sebelum Terbang
Selama ini, setiap pesawat penumpang menjalani pemeriksaan visual keliling badan pesawat oleh pilot sebelum lepas landas, untuk memastikan tidak ada bagian yang bermasalah. Menurut Presiden Divisi Manufaktur TCS, Anupam Singhal, tugas semacam ini berpotensi diambil alih oleh robot berkaki empat seperti Poochie, karena bisa menjangkau sudut-sudut pesawat yang sulit diakses manusia dan memberikan laporan jika ada bagian yang tidak beres.
Singhal menegaskan, kehadiran AI ini bukan dimaksudkan untuk menggantikan manusia sepenuhnya, melainkan sebagai model kerja "manusia plus AI" yang menurutnya bisa membuat proses kerja lebih produktif. Ia juga menyampaikan pandangannya bahwa risiko kesalahan dari sistem AI cenderung lebih rendah dibanding kesalahan yang mungkin dilakukan manusia, meski hal ini merupakan klaim dari pihak pengembang teknologi itu sendiri dan bukan pernyataan resmi dari otoritas keselamatan penerbangan independen.
TCS mengakui, industri penerbangan dikenal sangat ketat soal standar keselamatan, sehingga penerapan robot AI untuk inspeksi pesawat masih harus melalui proses persetujuan regulator. Singhal menyebut, regulator perlu diberi bukti dan demonstrasi jelas bahwa teknologi ini benar-benar meningkatkan keselamatan, bukan sekadar menggantikan proses manual dengan cara yang lebih praktis.
Ia juga menyinggung bahwa penerimaan publik terhadap teknologi otomatisasi di dunia penerbangan sebenarnya bukan hal baru. Sebagai perbandingan, sistem autopilot sudah lama digunakan untuk menerbangkan pesawat penumpang pada ketinggian jelajah, sehingga menurutnya industri ini sejatinya sudah cukup terbiasa dengan elemen otonom dalam operasionalnya.
TCS mengembangkan sistem AI bernama "physical AI" yang dipasang pada robot anjing Unitree bernama Poochie untuk inspeksi industri.
Robot ini menggunakan chip Nvidia Jetson dan sensor untuk memproses data secara mandiri tanpa instruksi jarak jauh (edge computing).
Saat ini sudah digunakan sebuah perusahaan agrikimia global; TCS kini menyasar industri penerbangan lewat ajang Farnborough Air Show.
Target penggunaannya adalah menggantikan proses pengecekan visual keliling pesawat yang biasa dilakukan pilot sebelum lepas landas.
Presiden Divisi Manufaktur TCS, Anupam Singhal, menyebut ini sebagai model "manusia plus AI", bukan penggantian penuh peran manusia.
Penerapannya masih menunggu proses persetujuan dari regulator penerbangan karena tingginya standar keselamatan di sektor ini.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda