Breaking
Memuat breaking news...

Sulteng Diguncang Gempa Darat M 6,7: Tiga Wilayah Laporkan Kerusakan Bangunan

Qaplo
Qaplo
Rabu, 17 Juni 2026 - 6.35 PM WIB
Sulteng Diguncang Gempa Darat M 6,7: Tiga Wilayah Laporkan Kerusakan Bangunan
ilustrasi
Reading Comfort
adjust the font size

PALU – Wilayah Sulawesi Tengah kembali diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 6,7 pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA. Guncangan kuat yang berpusat di darat ini memicu kepanikan massal di sejumlah kabupaten dan kota, serta mengakibatkan kerusakan bangunan di tiga wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada di koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur pada kedalaman dangkal 10 kilometer. Posisi ini menempatkan pusat gempa di daratan yang dikelilingi wilayah padat, yakni sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Sigi, 70 kilometer barat laut Poso, dan 81 kilometer tenggara Donggala. Akibat kedalamannya yang dangkal, getaran dirasakan sangat kuat di permukaan.

Kepanikan di Lima Wilayah dan Rentetan Gempa Susulan

Durasi guncangan bervariasi di setiap daerah, namun mayoritas memicu respons kepanikan yang sama dari warga:

Kota Palu & Kabupaten Poso: Merasakan guncangan paling kuat selama 4 hingga 6 detik. Warga di area perkantoran, pemukiman, hingga fasilitas publik seperti Hotel Santika dilaporkan berhamburan keluar ruangan demi menyelamatkan diri.

Kabupaten Sigi: Merasakan getaran kuat selama kurang lebih 5 detik, mendorong warga bertahan di luar rumah guna menghindari potensi reruntuhan.

Kabupaten Donggala: Guncangan terasa dalam intensitas sedang selama sekitar 2 detik.

Kabupaten Parigi Moutong: Getaran getaran membuat jendela, pintu, dan dinding bangunan berderik kencang.

Hingga pukul 12.17 WITA atau satu jam setelah gempa utama, BMKG mendeteksi sedikitnya 13 kali aktivitas gempa susulan. Rentetan gempa susulan ini menjadi alasan kuat bagi otoritas setempat untuk meminta warga tetap berada di area terbuka yang aman.

Kerusakan Mulai Dilaporkan, Tim Reaksi Cepat Bergerak

Dampak dari magnitudo yang cukup besar ini mulai terlihat. Laporan awal dari lapangan mengonfirmasi adanya kerusakan fisik pada struktur bangunan di tiga wilayah, yaitu Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Salah satu titik yang dilaporkan terdampak adalah area komersial seperti Cafe Pasar Kopi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk menyisir lokasi-lokasi terdampak.

"BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya.

Hingga laporan ini diturunkan, pemerintah daerah masih berfokus pada validasi tingkat kerusakan—baik kategori ringan, sedang, maupun berat. BNPB memastikan bahwa situasi di lapangan masih terkendali dan belum ada laporan mengenai kebutuhan logistik darurat yang mendesak dari warga. Informasi mengenai ada atau tidaknya korban jiwa juga masih menunggu hasil pendataan lengkap secara berjenjang.

Sulawesi Tengah memiliki sejarah seismik yang aktif, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci utama menekan risiko fatal. Otoritas penanggulangan bencana mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai informasi visual atau pesan berantai yang beredar di media sosial sebelum diverifikasi oleh lembaga resmi seperti BMKG dan BPBD.

Masyarakat yang rumahnya berada di area terdampak disarankan untuk memeriksa kelayakan struktur bangunan terlebih dahulu. Jika ditemukan keretakan struktural yang signifikan pada tiang atau dinding rumah, warga diminta untuk tetap berada di posko pengungsian mandiri atau area terbuka sampai dinyatakan aman oleh petugas berwenang di lapangan.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait