Sujud di Kantor Gubernur Sumut demi Biaya RS Anak, Ini Kronologi dan Penjelasan Dinkes
Aksi pasutri sujud di Kantor Gubernur Sumut viral. Dinkes Sumut ungkap kronologi biaya RS Rp 84,5 juta akibat pasien dirawat di RS non-BPJS.
Medan - Aksi sepasang orang tua yang bersujud di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) mendadak viral di media sosial. Aksi nekat ini dipicu oleh kebingungan mereka untuk melunasi tagihan rumah sakit sang anak yang menembus puluhan juta rupiah setelah menjadi korban penusukan oleh orang tidak dikenal. Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara akhirnya buka suara dan membeberkan kronologi serta duduk perkara masalah tersebut. Kronologi Penanganan Medis dan Rujukan ke Medan Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, menjelaskan bahwa pasien awalnya dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, pada 31 Mei 2026 akibat luka tusuk senjata tajam. Setelah mendapatkan penanganan darurat awal, pasien harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Medan yang memiliki dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular untuk tindakan penyelamatan lebih lanjut. Kendala Biaya Akibat Rumah Sakit Non-BPJS Masalah mulai muncul ketika keluarga memilih merujuk pasien ke Rumah Sakit Mitra Medika Premiere Medan. Rumah sakit swasta tersebut rupanya tidak menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga seluruh biaya perawatan bersifat mandiri atau umum. Menurut penjelasan Faisal, pihak rumah sakit sebenarnya telah menginformasikan estimasi biaya operasi yang mencapai Rp 147 juta sejak awal, dan keluarga telah menandatangani persetujuan tindakan medis tersebut. Upaya Keringanan dan Tenggat Waktu Pembayaran Mengetahui kesulitan yang dihadapi keluarga pasien, Dinkes Sumut bersama RS Pertamina melakukan mediasi dengan RS Mitra Medika Premiere. Hasilnya, pihak rumah sakit bersedia memberikan potongan tagihan sehingga menjadi Rp 129,5 juta. Setelah dikurangi uang muka atau deposit sebesar Rp 45 juta yang telah dibayarkan keluarga, sisa tagihan