Breaking
Memuat breaking news...

Suhu Sungai Capai 25 Derajat, Swiss Matikan Dua Reaktor Nuklir Demi Keamanan

Qaplo
Qaplo
Sabtu, 27 Juni 2026 - 4.01 PM WIB
Suhu Sungai Capai 25 Derajat, Swiss Matikan Dua Reaktor Nuklir Demi Keamanan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LONDON – Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Eropa mulai berdampak pada sektor energi. Swiss memutuskan menghentikan sementara operasi dua reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Beznau setelah suhu Sungai Aare meningkat hingga mengurangi kemampuan sistem pendingin reaktor.

Perusahaan energi Axpo menyatakan kedua unit reaktor Beznau kini berada dalam kondisi tidak beroperasi sepenuhnya. Sebelumnya, kapasitas pembangkit telah dikurangi secara bertahap sejak awal pekan sebagai langkah antisipasi terhadap kenaikan suhu air sungai.

Menurut perusahaan tersebut, suhu Sungai Aare mencapai sekitar 25 derajat Celsius. Pada kondisi itu, air sungai tidak lagi mampu memberikan pendinginan yang memadai bagi operasional reaktor sehingga penghentian sementara dinilai sebagai langkah keselamatan.

Sebelum penghentian total dilakukan pada Jumat (26/6), keluaran listrik dari kedua reaktor telah lebih dulu dipangkas hingga sekitar 50 persen sejak Selasa.

Axpo menjelaskan bahwa suhu sungai mencapai angka tersebut setelah air pendingin bercampur sepenuhnya dengan aliran sungai. Karena tidak ada indikasi penurunan suhu dalam waktu dekat, perusahaan memutuskan menghentikan seluruh operasi kedua reaktor.

Pengaruh Cuaca Ekstrem terhadap Operasi Pembangkit

PLTN Beznau berada di Pulau Aare, wilayah Dottingen, dan menggunakan air Sungai Aare sebagai media utama untuk mendinginkan sistem reaktor. Ketika suhu air meningkat terlalu tinggi, kemampuan menyerap panas dari reaktor menurun sehingga berpotensi memengaruhi keamanan operasional.

Karena itu, pengurangan kapasitas hingga penghentian sementara merupakan prosedur yang lazim diterapkan untuk menjaga keselamatan fasilitas nuklir sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.

Bukan kali pertama pembangkit tersebut terdampak cuaca. Pada Juli 2025, kedua unit reaktor juga sempat menghentikan sementara produksi listrik.

Gelombang Panas Eropa Mencapai Tingkat yang Mengkhawatirkan

Penutupan sementara PLTN Beznau terjadi ketika sebagian besar kawasan Eropa menghadapi gelombang panas berkepanjangan.

Laporan terbaru World Weather Attribution (WWA) yang diterbitkan pada Jumat (26/6) menyebut gelombang panas kali ini sebagai salah satu yang paling parah yang pernah tercatat di kawasan tersebut.

Dalam kajian tersebut, para peneliti menilai suhu ekstrem yang terjadi saat ini sangat kecil kemungkinannya terjadi apabila dibandingkan dengan kondisi iklim sekitar lima dekade lalu. Mereka juga menyebut perubahan iklim yang dipicu emisi bahan bakar fosil kemungkinan menjadi faktor utama yang meningkatkan intensitas gelombang panas.

Fenomena cuaca ekstrem itu telah mendorong sejumlah negara di Eropa mengeluarkan peringatan kesehatan, meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan, serta mengantisipasi gangguan pada sektor energi dan infrastruktur.

Meski demikian, hubungan antara perubahan iklim dan kejadian cuaca ekstrem masih terus dikaji oleh komunitas ilmiah melalui berbagai penelitian lanjutan. Sementara itu, otoritas di Swiss terus memantau perkembangan suhu Sungai Aare untuk menentukan kapan kedua reaktor dapat kembali beroperasi dengan aman.

sumber: anadolu

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait