JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha 11 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sepanjang 2026. Yang paling baru adalah pencabutan izin usaha (CIU) sebuah BPR di Bekasi pada 19 Agustus 2026.

Begitu izin usaha dicabut, seluruh aktivitas operasional bank tersebut berhenti dan kantornya ditutup. Namun bagi nasabah, ini bukan akhir cerita soal dana mereka — penyelesaian hak nasabah dan kewajiban bank akan dilanjutkan oleh tim likuidasi yang dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Selama proses likuidasi berjalan, direksi, dewan komisaris, dan pemegang saham bank yang bersangkutan dilarang mengambil tindakan hukum apa pun terkait aset maupun kewajiban bank, kecuali sudah mendapat persetujuan tertulis dari LPS.

Daftar 11 BPR yang Ditutup Sepanjang 2026

  • BPR Suliki Gunung Mas

  • BPR Prima Master Bank

  • Perumda BPR Bank Cirebon

  • BPR Kamadana

  • BPR Koperindo Jaya

  • BPR Pembangunan Nagari

  • BPR Ceper Permata Artha

  • BPR Dwicahaya Nusaperkasa

  • BPR Mataram Mitra Manunggal

  • BPR Syariah Hasanah Mandiri

  • BPR Citra Bersada Abad

Tren Tiga Tahun Terakhir

Penutupan BPR sebenarnya bukan fenomena baru. Berikut rekam jejaknya:

2025 — 7 BPR/BPRS ditutup:

  • BPRS Gebu Prima

  • BPR Dwicahaya Nusaperkasa

  • BPR Disky Surya Jaya

  • BPRS Gayo Perseroda

  • BPR Artha Kramat

  • BPR Nagajayaraya Sentrasentosa

  • BPR Bumi Pendawa Raharja

2024 — 20 BPR/BPRS ditutup:

  • BPR Wijaya Kusuma

  • BPRS Mojo Artho Kota Mojokerto (Perseroda)

  • BPR Usaha Madani Karya Mulia

  • BPR Pasar Bhakti Sidoarjo

  • BPR Purworejo

  • BPR EDC Cash

  • BPR Aceh Utara

  • BPR Sembilan Mutiara

  • BPR Bali Artha Anugrah

  • BPRS Saka Dana Mulia

  • BPR Dananta

  • BPR Bank Jepara Artha

  • BPR Lubuk Raya Mandiri

  • BPR Sumber Artha Waru Agung

  • BPR Nature Primadana Capital

  • BPRS Kota Juang (Perseroda)

  • BPR Duta Niaga

  • BPR Pakan Rabaa

  • BPR Kencana

  • BPR Arfak Indonesia

Jika dilihat tren tiga tahunnya, jumlah penutupan sempat memuncak di 2024 dengan 20 BPR/BPRS, lalu menurun di 2025 menjadi 7, dan hingga saat ini tercatat 11 di sepanjang 2026.