Breaking
Memuat breaking news...

Subsidi BBM Bakal Dipangkas Signifikan di RAPBN 2027, Pemerintah Gandengkan dengan Insentif Motor Listrik

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 15 Agustus 2026 - 7.48 AM WIB
Subsidi BBM Bakal Dipangkas Signifikan di RAPBN 2027, Pemerintah Gandengkan dengan Insentif Motor Listrik
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR saat menyampaikan RUU APBN 2027. Subsidi BBM ini menjadi bagian dari anggaran perlindungan sosial (perlinsos) yang dirancang sebesar Rp549,9 triliun pada APBN 2027 — anggaran yang juga menopang berbagai program bantuan di sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.

Penjelasan teknis di balik penurunan ini datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, subsidi BBM turun karena asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) direvisi ke US$75 per barel, lebih rendah dari posisi saat ini di US$83 per barel. Ia menjelaskan hubungan itu bersifat otomatis: selama volume konsumsi tidak melonjak drastis, penurunan harga acuan sebesar itu dengan sendirinya menekan besaran subsidi yang harus dibayar negara.

Purbaya juga menegaskan pengurangan subsidi ini tidak berkaitan dengan rencana pemerintah menata ulang distribusi Pertalite agar lebih tepat sasaran. "Bukan pembatasan [Pertalite]," tegasnya, Jumat (14/8). Yang berubah, menurutnya, adalah soal kelayakan pembeli — masyarakat di kelompok pengeluaran (desil) 10 alias kalangan berpenghasilan tinggi tidak lagi berhak membeli BBM bersubsidi jenis tersebut.

Rencana pemangkasan subsidi ini tidak berdiri sendiri. Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa langkah ini akan dibarengi peluncuran ekosistem motor listrik nasional, lengkap dengan insentif bagi produksi satu juta unit sepeda motor listrik oleh pelaku usaha dalam negeri.

Kebijakan insentif motor listrik ini dirancang untuk tiga tujuan sekaligus: menekan biaya kendaraan yang ditanggung masyarakat, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor, serta membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasoknya — mulai dari baterai, komponen, perangkat lunak, hingga layanan purnajual.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait