Berapa lama Anda biasanya mandi? Kalau jawabannya lebih dari lima menit, riset terbaru dari University of Surrey mungkin akan membuat Anda berpikir ulang. Studi tersebut menyoroti durasi mandi ideal demi efisiensi air — sekaligus mengungkap kebiasaan yang selama ini diam-diam menyedot cukup banyak air bersih setiap harinya.
Dr. Pablo Pereira-Doel, peneliti ilmu lingkungan dari universitas itu, punya angka yang cukup mengejutkan: "Tiga menit adalah target yang masuk akal untuk mandi tubuh, dengan tambahan dua menit jika Anda mencuci rambut," ujarnya, dilansir Dailymail dan dikutip Minggu (6/9/2026). Artinya, total lima menit sudah dianggap cukup untuk membersihkan diri secara efektif.
Kenyataannya, Kita Mandi Jauh Lebih Lama
Data penelitian menunjukkan rata-rata durasi mandi rumah tangga saat ini mencapai 7,5 menit — hampir dua kali lipat dari target ideal. Bahkan, sebagian orang tercatat menghabiskan waktu hingga 40 menit di bawah kucuran air panas.
Kenapa bisa selama itu? Menurut Pereira-Doel, alasannya sederhana: bagi banyak orang, mandi bukan lagi sekadar soal kebersihan. "Sejauh mengapa orang berlama-lama... jawabannya adalah bagi sebagian besar waktu mandi, menjadi bersih bukanlah intinya," jelasnya. Dengan kata lain, mandi sudah bergeser fungsi — jadi momen relaksasi, atau sekadar cara menghangatkan tubuh di pagi atau malam hari.
Kebiasaan Kecil yang Bikin Mandi Lebih Lama
Satu kebiasaan yang paling disorot peneliti: keramas dua kali dalam sekali mandi. Kebiasaan ini bukan cuma buang-buang waktu, tapi juga memperlama proses membilas rambut. Ditambah lagi, pemakaian sabun atau sampo secara berlebihan menghasilkan lebih banyak busa yang butuh waktu lebih lama untuk dibersihkan.
"Gunakan sampo sekali saja, bukan dua kali. Ini adalah hal yang paling jelas dalam data kami dan merupakan salah satu perubahan termudah yang bisa dilakukan siapa pun," tegas Pereira-Doel — jadi kalau mau mulai dari yang paling sederhana, ini titik awalnya.
Mandi Itu Kebiasaan "Autopilot"
Profesor Ian Walker, pakar psikologi lingkungan dari Swansea University, menambahkan penjelasan menarik soal kenapa orang jarang sadar berapa lama mereka sudah berdiri di bawah pancuran. Menurutnya, kebanyakan orang punya rutinitas mandi masing-masing yang dijalani secara otomatis setiap kali masuk kamar mandi — tanpa benar-benar memikirkan berapa banyak air yang terpakai.
Ia juga mengingatkan bahwa rutinitas mandi setiap orang bisa sangat berbeda satu sama lain, justru karena aktivitas ini sangat pribadi. "Rutinitas ini sering kali berakhir sangat berbeda dengan orang lain karena mandi sangat pribadi, artinya semua orang mengembangkan rutinitas mandi mereka tanpa mengetahui apa yang dilakukan orang lain, atau apa yang 'normal'," tandasnya. Lewat kampanye penghematan air yang tengah digaungkan, masyarakat didorong membatasi waktu mandi maksimal 4 menit.
Kenapa Ini Penting? Ini Hitungannya
Secara teknis, setiap satu menit pancuran air menyala bisa menghabiskan sekitar 6 hingga 15 liter air — tergantung jenis showerhead dan tekanan air. Sementara itu, target konsumsi air per orang pada 2050 ditetapkan sebesar 110 liter per hari.
Bayangkan begini: kalau Anda mandi 15 menit dengan pancuran yang menghabiskan 10 liter per menit, itu sudah 150 liter — sudah melebihi seluruh jatah air harian yang ditargetkan untuk 2050, padahal mandi cuma satu dari sekian banyak kebutuhan air harian Anda (minum, cuci baju, cuci piring, dan seterusnya).
Di sinilah alasan kenapa peneliti menganggap durasi mandi bukan urusan sepele — kebiasaan kecil yang tidak disadari ini, kalau dikalikan jutaan rumah tangga, berpotensi mempercepat tekanan pada pasokan air di masa depan.


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda