Jakarta – Partai Hanura mengaku tidak ingin terus berkutat dengan wacana ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT). Partai tersebut memilih memusatkan seluruh energi untuk menyiapkan diri menghadapi Pemilu 2029.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Hanura, Patrice Rio Capella, dalam keterangannya pada Selasa (20/10/2026).

“Kami, Partai Hanura hari ini tidak ingin berlarut-larut dalam wacana soal PT 4, 5 persen, 6, 7 dan sebagainya. Kami lebih fokus menyiapkan diri untuk menghadapi pemilu 2029,” kata Rio.

Patuhi Putusan MK

Rio menegaskan Hanura akan patuh pada apa pun putusan Mahkamah Konstitusi terkait ambang batas parlemen. Saat ini partai tengah mengevaluasi pelaksanaan pemilu sebelumnya sebelum memasuki kontestasi politik mendatang.

“Sepanjang itu tidak bertentangan dengan putusan MK. Ketika dia bertentangan dengan putusan MK, maka pasti ada judicial review yang diajukan ke MK,” jelasnya.

Wacana Belum Dibahas Resmi

Menurut Rio, perdebatan soal besaran ambang batas parlemen sesungguhnya belum dibahas secara resmi di Panja DPR Komisi II. Angka-angka yang beredar sejauh ini masih sebatas wacana liar.

“Saya pikir ini kan wacana yang hari ini juga belum dibahas secara resmi di Panja DPR Komisi II ya. Apakah putus dari 5, 6, 7 persen dan sebagainya. Bahwa ada wacana liar yang berkembang, ada yang 7, 5. Saya pikir kita menghormati, ya Hanura menghormati berapapun yang mereka sampaikan,” imbuhnya.

Optimistis Lolos ke Senayan

Rio optimistis Hanura bisa melenggang ke parlemen pada Pemilu 2029. Untuk mengukur perkembangan partai, Hanura juga akan menggelar survei internal secara nasional.

Ia juga menyampaikan pesan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang agar seluruh kader bekerja keras, solid, dan sungguh-sungguh membangun struktur partai.

“Ketum (Oesman Sapta Odang) menyampaikan bahwa pekerjaan kita hari ini merupakan pekerjaan yang bukan biasa-biasa saja. Kalau kita lakukan secara biasa-biasa saja maka hasilnya pun akan biasa-biasa saja. Oleh karena itu Ketum menyarankan bahwa kita kerja keras, solid dan sungguh-sungguh untuk menyusun struktur partai ini,” kata dia.
“Pesan kedua, soliditas, kemudian rasa persatuan yang kuat, kemudian well-organized, dan tidak boleh menganggap bahwa pekerjaan ini pekerjaan mudah. Tapi inilah tim andalannya DPP Partai Hanura untuk mendorong mesin politik ini bisa berjalan dan hidup kembali untuk pemilu 2029 yang akan datang,” imbuhnya.

Sumber: Detik Terkini