SINGAPURA — Pemerintah Singapura akan mengirim surat tindakan pencegahan kepada tujuh perusahaan yang beroperasi di Indonesia dan diduga bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas batas.
Pengumuman tersebut disampaikan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu dalam konferensi pers pada Jumat (16/10/2026). Surat itu akan diterbitkan oleh Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) berdasarkan Undang-Undang Pencemaran Kabut Asap Lintas Batas, sebagai tindak lanjut dari hasil penyelidikan yang dilakukan pemerintah Singapura.
Tujuh Perusahaan Penerima Surat
Dilansir Channel News Asia, tujuh perusahaan yang akan menerima surat pencegahan tersebut adalah:
- PT Bumi Andalas Permai
- PT Bumi Mekar Hijau
- PT Paramitra Mulia Langgeng
- PT Sumatera Alam Anugerah
- PT SBA Wood Industries
- PT Hutan Lestari Raya
- PT Bangkanesia
Isi Kewajiban dalam Surat
Melalui surat tersebut, masing-masing perusahaan diminta mengerahkan personel pemadam kebakaran untuk memadamkan api atau mencegah penyebarannya di lahan yang dimiliki maupun dikuasai. Mereka juga diwajibkan menghentikan atau tidak memulai aktivitas pembakaran di lahan tersebut.
Selain itu, perusahaan-perusahaan itu harus menyerahkan rencana tindakan kepada NEA yang menjelaskan langkah-langkah pemadaman kebakaran serta upaya mencegah kejadian serupa terulang.
Sanksi Hukum Dipertimbangkan
Fu mengatakan NEA dapat menerbitkan surat serupa kepada perusahaan lain dan mempertimbangkan tindakan tambahan berdasarkan undang-undang tersebut apabila ditemukan indikasi keterlibatan mereka dalam kebakaran yang memicu kabut asap lintas batas.
Menjawab pertanyaan wartawan, Fu menyebut denda atau tuntutan hukum termasuk opsi yang sedang dipertimbangkan untuk langkah selanjutnya. Ia menegaskan pemerintah akan terus memantau situasi dan tanggapan perusahaan-perusahaan terhadap surat tersebut.
"Kami harus mencoba demi melindungi warga Singapura, mencoba apa pun yang berada dalam kendali kami untuk memberikan hasil terbaik bagi Singapura."
Singapura Tawarkan Bantuan
Fu mengatakan pemerintah Singapura telah berkomunikasi dengan mitranya di Indonesia selama beberapa bulan terakhir dan telah menawarkan dukungan dalam pemadaman kebakaran. Ia juga telah berbicara dengan Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat bulan lalu.
Fu kembali menawarkan bantuan sipil dalam pemadaman kebakaran serta langkah-langkah lain seperti penyemaian awan, meskipun belum mendapat tanggapan. Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir pada Kamis (15/10) mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui bantuan asing untuk menangani karhutla, dengan pembahasan teknis yang melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Sumber: Media Singapura Ungkap 7 Perusahaan Terduga Biang Kerok Karhutla RI — CNA Indonesia


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda