Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit dari keterpurukannya. Pada sesi pertama perdagangan Selasa (20/10/2026), indeks melonjak 3,15 persen atau naik 157 poin ke level 5.157,47.
Penguatan ini menjadi angin segar setelah IHSG tertekan hebat dalam tiga hari perdagangan sebelumnya, ketika indeks kehilangan 946 poin atau 15,93 persen.
Gelombang Buyback dari Para Emiten
Salah satu pendorong utama rebound kali ini adalah ramainya emiten yang mengumumkan rencana pembelian kembali saham alias buyback. Langkah ini memberi sinyal kepada pasar bahwa manajemen perusahaan yakin dengan prospek bisnis mereka.
Beberapa emiten besar menyiapkan dana jumbo, antara lain Bank Central Asia hingga Rp5 triliun dan United Tractors Rp2 triliun. Saham-saham perbankan pelat merah seperti BBRI, BMRI, dan BBCA menjadi penopang utama penguatan indeks.
Otoritas dan Pemerintah Kompak Berbenah
Bukan hanya emiten, otoritas juga bergerak. Bursa Efek Indonesia berencana memperketat transparansi data pemegang saham terafiliasi di atas 1 persen sekaligus mengeluarkan saham berkonsentrasi tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG.
Otoritas Jasa Keuangan dan pemerintah berkomitmen menindak dugaan coordinated trading, sementara Danantara berencana menambah kepemilikan saham di emiten BUMN. Komitmen ini memulihkan kepercayaan investor setelah pasar diguncang isu evaluasi MSCI.
China Mau Batasi Ekspor Teknologi Panel Surya
Di sisi lain, China mengusulkan pembatasan ekspor 12 teknologi yang dipakai untuk memproduksi peralatan panel surya dengan alasan keamanan nasional. Kebijakan ini berpotensi menghambat rencana perusahaan Amerika Serikat, termasuk Tesla, untuk memperluas produksi panel surya di dalam negeri.
Usulan tersebut menambah panas hubungan dagang kedua negara, meski belum diputuskan secara final.
Sumber: CNBC Indonesia


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda