Breaking
Memuat breaking news...

Serangan Drone dan Rudal Semalam Tewaskan 19 Orang di Rusia-Ukraina

Redaksi
Redaksi
Senin, 17 Agustus 2026 - 6.18 AM WIB
Serangan Drone dan Rudal Semalam Tewaskan 19 Orang di Rusia-Ukraina
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Sembilan belas orang tewas dalam gempuran drone dan rudal yang melanda Rusia dan Ukraina, Minggu (16/8/2026). Front pertempuran nyaris tak bergerak. Perundingan damai pun mandek. Tapi serangan jarak jauh ke wilayah sipil di kedua negara justru makin gencar, membuat angka korban sipil kembali menyentuh titik tertinggi sejak awal perang pada 2022.

Di Ukraina, kerusakan paling parah terjadi di Kryvyi Rih, kota kelahiran Presiden Volodymyr Zelenskyy. Serangan drone dan rudal Rusia menghantam pabrik baja milik ArcelorMittal, salah satu produsen baja terbesar negara itu.

Dua orang tewas, 14 lainnya luka-luka. Fasilitas produksi inti pabrik rusak, memaksa operasional dihentikan sebagian. Belum selesai duka itu, serangan susulan menghantam kota yang sama pada Minggu malam dan merenggut satu nyawa lagi.

Ibu kota Kyiv juga tak luput. Pasar buku Pochaina, tempat para pemburu buku langka dan antik selama bertahun-tahun, ikut hancur. Pedagang buku Dmytro Semenukha (45) menyaksikan sendiri keempat lapaknya terbakar rata dengan tanah. Baginya, tempat itu bukan sekadar lapak — melainkan gudang cerita dari berbagai negara yang kini tinggal abu.

Wilayah lain di Ukraina juga terdampak: dua orang tewas di Zaporizhzhia, satu di Sumy dekat perbatasan, dan satu lagi di Donetsk.

Di sisi Rusia, gelombang drone Ukraina menewaskan lima orang di kawasan permukiman Rostov, menurut gubernur setempat, Yuri Slusar. Tiga korban jiwa lainnya tercatat di Belgorod, Kursk, dan Moskow, ditambah empat orang lagi di wilayah pendudukan Rusia di Ukraina. Gubernur Moskow, Andrey Vorobyov, menyebut serangan ini sebagai salah satu gempuran drone terbesar dalam ingatan belakangan ini. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim berhasil mencegat 822 drone semalam di seluruh wilayah negara itu.

Zelenskyy menegaskan bahwa ke mana pun rudal balistik Rusia bisa menjangkau, infrastruktur sipil menjadi sasaran. Ia mencatat, dalam sepekan terakhir saja, kota-kota Ukraina dihantam lebih dari 1.550 drone serang, hampir 1.560 bom udara berpemandu, dan 62 rudal. Lewat pernyataan itu, ia kembali mendesak sekutu Barat untuk menambah pasokan sistem pertahanan udara.

Rusia memang nyaris tak pernah absen melancarkan serangan rudal dan drone sejak invasi besar-besaran dimulai awal 2022. Belakangan, serangan itu makin mengandalkan rudal balistik yang sulit dicegat — taktik yang makin efektif setelah persediaan sistem pertahanan udara Ukraina menipis, imbas dialihkannya sejumlah pasokan akibat perang AS-Israel melawan Iran.

Zelenskyy pun menyinggung soal ini secara khusus, menyoroti peran rudal balistik buatan Korea Utara yang kini ikut menghancurkan infrastruktur dan merenggut nyawa di Eropa — dan menegaskan bahwa sistem pencegat milik Eropa semestinya tidak lagi dibiarkan tersimpan begitu saja di gudang.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait