Breaking
Memuat breaking news...

Senator AS Tom Cotton Desak Trump Perketat Aturan AI China, Singgung Risiko Keamanan Nasional

Redaksi
Redaksi
Jumat, 31 Juli 2026 - 2.36 PM WIB
Senator AS Tom Cotton Desak Trump Perketat Aturan AI China, Singgung Risiko Keamanan Nasional
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Persaingan AI Amerika Serikat dan China kembali memanas di Washington.

Senator senior Partai Republik Tom Cotton meminta pemerintahan Donald Trump memperkuat strategi untuk membendung pengaruh China di sektor kecerdasan buatan. Peringatan itu ia sampaikan lewat surat resmi kepada Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick pada 31 Juli 2026.

Isinya cukup keras. Cotton menilai adopsi model AI buatan China oleh perusahaan Amerika sudah meluas dan berpotensi mengancam keamanan nasional.

Laporan Yes Punjab News yang melansir surat tersebut menyebut tiga dorongan utama dari Cotton.

Pertama, memperketat kontrol ekspor. Kedua, memperluas pembatasan penggunaan model AI China oleh kontraktor pemerintah. Ketiga, mempercepat pembangunan ekosistem AI Amerika yang kompetitif secara global.

Menurut Senator asal Arkansas itu, AS memang masih memimpin dalam pengembangan model AI paling canggih. Tapi China bergerak cepat dalam hal distribusi. Model-model mereka dipakai makin luas di luar China, termasuk di AS.

Washington, kata Cotton, tidak cukup hanya menjaga keunggulan teknologi. AS juga harus memastikan platform AI buatan Amerika menjadi standar yang dipilih dunia.

Kekhawatiran Cotton bukan tanpa contoh.

Ia mengklaim beberapa perusahaan Amerika sudah mengintegrasikan model AI China ke dalam produk komersial. Ia juga mengutip laporan yang menyebut startup-startup AS banyak yang mengadopsi model China karena gratis dan mudah dipakai.

Produk-produk yang ditenagai model China itu, menurutnya, adalah bukti tren yang harus diwaspadai.

Risiko yang ia soroti adalah model open-weight. Berbeda dengan model tertutup, model open-weight bisa diunduh, dimodifikasi, dan dijalankan secara lokal. Fleksibel, tapi di situlah celahnya.

Cotton memperingatkan model semacam ini berpotensi menyimpan kerentanan keamanan atau bahkan backdoor tersembunyi. Jika kontraktor yang bekerja untuk pemerintah AS memakai model tersebut, risikonya bisa merembet ke sistem pemerintah.

Karena itu ia mengusulkan dua langkah konkret. Perluas pembatasan yang selama ini sudah berlaku untuk DeepSeek agar mencakup lebih banyak model AI China lainnya. Dan berlakukan larangan di seluruh pemerintahan federal agar kontraktor tidak boleh menggunakan model-model tersebut.

Selain larangan penggunaan, Cotton juga mendorong agar kontrol ekspor chip canggih dan peralatan manufaktur semikonduktor tetap ketat. Tujuannya untuk membatasi kemajuan teknologi China di sektor komputasi.

Di sisi lain, ia meminta pemerintah mendorong pengembangan alternatif AI buatan AS yang terbuka dan bisa bersaing. Tidak hanya satu model mahal untuk kebutuhan pertahanan dan infrastruktur kritis, tapi juga solusi komersial yang terjangkau untuk pasar domestik dan internasional.

Logikanya sederhana. Kalau pilihan model AS yang andal tersedia dalam berbagai kelas, ketergantungan pada platform asing akan berkurang.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pembatasan teknologi AS terhadap China dalam beberapa tahun terakhir, dari pembatasan chip Nvidia hingga pembatasan investasi di sektor AI. Surat Cotton menegaskan tekanan dari dalam Partai Republik agar pemerintahan Trump di periode kedua ini tidak melonggarkan, melainkan justru menambah lapisan aturan main di sektor AI.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait