JAKARTA — Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026) waktu setempat, terdorong meningkatnya serangan Iran di Selat Hormuz, serangan kelompok militan Houthi ke Arab Saudi, serta rencana Ukraina melanjutkan serangan terhadap kilang minyak Rusia.

Harga minyak mentah Brent sempat menyentuh 110 dollar AS per barel, untuk pertama kalinya sejak Mei 2026, sebelum akhirnya ditutup pada level 109,86 dollar AS per barel atau naik 3,7 persen.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 3,5 persen menjadi 101,41 dollar AS per barel. Dalam sepekan, WTI melonjak lebih dari 10 persen, sedangkan Brent menguat hampir 5 persen.

Serangan di Selat Hormuz

Ketegangan di Selat Hormuz menjadi faktor utama pendorong lonjakan harga. Sejak Minggu (11/10/2026), sedikitnya sembilan kapal tanker dan kapal kargo dilaporkan menjadi sasaran serangan ketika Iran berupaya membatasi ekspor minyak melalui jalur pelayaran tersebut.

Komando Pusat AS (US Central Command) menyatakan Iran menenggelamkan kapal kontainer GFS Pride pada Rabu (14/10/2026). Otoritas maritim Singapura memastikan seluruh awak kapal berbendera Singapura itu berhasil dievakuasi dengan selamat.

Organisasi Maritim Internasional (IMO) melaporkan rangkaian serangan selama sepekan terakhir menyebabkan tiga pelaut terluka dan dua orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Pasokan Menyusut

Gangguan tersebut turut menekan volume pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz. Berdasarkan data peneliti energi Kpler, pengiriman tercatat sebesar 9,4 juta barel per hari (bph) pada pekan yang berakhir Rabu — setara sekitar 70 persen dari rata-rata pengiriman sebelum perang.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi internasional. Gangguan pelayaran di kawasan tersebut memengaruhi kemampuan negara-negara produsen untuk mengirimkan minyak ke pasar global.

Di sisi lain, serangan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran turut meningkatkan risiko terhadap infrastruktur energi Arab Saudi, menambah tekanan terhadap pasokan energi global.

Sumber: Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Naik Tajam — Kompas.com