Sekutu Trump Dorong Anggota Kongres Max Miller Mundur dari Pilkada di Tengah Tuduhan KDRT

Tekanan politik terhadap Representative Max Miller, anggota Kongres AS dari Partai Republik yang mewakili Distrik ke-7 Ohio, semakin menguat. Menurut laporan CNN yang mengutip empat sumber yang mengetahui persoalan ini, sejumlah sekutu Presiden Donald Trump kini mendesak sang presiden untuk turun tangan meminta Miller mengundurkan diri dari pencalonan ulangnya di pemilu sela (midterm) November mendatang.
Desakan ini muncul di tengah tuduhan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilayangkan mantan istri Miller, Emily Moreno, sekaligus tekanan dari mantan mertuanya sendiri, Senator Bernie Moreno dari Ohio.
Menurut sumber CNN, sejumlah anggota Kongres senior dari Partai Republik telah menghubungi pejabat Gedung Putih untuk meminta bantuan, dengan harapan Trump mau meminta Miller mundur sebelum tenggat pendaftaran nama di surat suara. Berdasarkan keterangan kantor Sekretaris Negara Bagian Ohio, jika Miller mundur sebelum akhir jam kerja hari Selasa, partai bisa menggelar pemilihan pendahuluan (primary) khusus untuk mencari pengganti.
Namun jika ia baru mundur setelah tenggat itu, partai punya waktu terbatas hingga 10 Agustus untuk menunjuk kandidat pengganti, dengan syarat pemberitahuan dua hari sebelum rapat penunjukan digelar.
Satu sumber yang mengetahui pembicaraan internal menyebut Trump secara pribadi telah menyampaikan kepada beberapa sekutunya bahwa ia tidak yakin Miller bisa memenangkan pertarungan ini, mengingat tuduhan yang menerpanya, dan sebaiknya mundur.
Namun di hadapan publik, sikap Trump jauh lebih hati-hati. Media lain seperti Axios dan NOTUS melaporkan bahwa saat ditanya wartawan apakah Miller sebaiknya mundur, presiden hanya menjawab singkat bahwa ia akan "mempelajarinya lebih dulu."
Miller sendiri, dalam pernyataan yang dirilis Senin, kembali menegaskan tidak akan mundur. Ia menyebut dirinya tidak bersalah atas semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya, dan mempertanyakan mengapa ia harus mundur hanya demi menyenangkan opini publik, mengingat menurutnya ia telah bekerja baik mewakili kepentingan konstituennya.
Miller menikahi Emily Moreno, putri Senator Bernie Moreno, di Trump National Golf Club, New Jersey, pada 2022—tahun yang sama saat Miller pertama kali terpilih ke Kongres. Pasangan ini dikaruniai seorang anak perempuan pada 2023.
Setahun berselang, Miller mengajukan gugatan cerai, yang baru resmi rampung pada 2025. Bernie Moreno sendiri terpilih sebagai senator pada 2024.
Emily Moreno menuduh Miller melakukan kekerasan dalam rumah tangga dalam beberapa kesempatan. Dalam rekaman wawancara polisi yang diperoleh CNN, Moreno menggambarkan berbagai insiden kekerasan yang dialaminya, termasuk satu kejadian di mana ia mengaku diancam dengan senjata api.
Wawancara itu sendiri merupakan bagian dari penyelidikan polisi pada Februari terkait cedera tulang selangka yang dialami putri balita mereka—kasus yang pada akhirnya tidak berujung pada dakwaan pidana apa pun terhadap Miller.
Perseteruan berlanjut ke jalur hukum keluarga. Moreno mengajukan permohonan ke pengadilan pada Maret untuk membuka kembali kesepakatan hak asuh anak, sementara Miller pada Mei balik menggugat pencemaran nama baik terhadap mantan istrinya.
Dalam wawancara dengan CNN pada Juni, Miller membantah semua tuduhan kekerasan tersebut dan menegaskan senjata apinya selalu disimpan dalam brankas terkunci.
Pekan lalu, pengacara Emily Moreno mengajukan permohonan tambahan kepada hakim untuk mengeluarkan perintah perlindungan terhadap Miller, dengan tuduhan Miller sempat menarik paksa tas milik kliennya dan seorang pengacara lain di luar ruang sidang di Ohio.
Ketegangan memuncak Minggu lalu, ketika Miller menggelar siaran langsung berdurasi sekitar 20 menit di platform X untuk membela diri. Dalam siaran itu, ia menyebut mantan istrinya mengidap "masalah kesehatan mental yang serius" dan menuding Moreno melontarkan tuduhan tanpa bukti sama sekali, meski menurutnya setiap tuduhan telah diselidiki dan ia selalu bekerja sama penuh karena tidak ada yang disembunyikan. Ia menutup siaran itu dengan menegaskan akan tetap bertahan di pencalonan dan yakin bisa menang pada November.
Tak lama setelah siaran tersebut, Bernie Moreno akhirnya buka suara secara terbuka—sesuatu yang menurut sumber dekat sang senator sebenarnya sudah ingin ia lakukan sejak berbulan-bulan lalu, namun ditahan atas permintaan putrinya sendiri yang tidak ingin anaknya kelak membaca berita tentang kakeknya menyerang ayahnya.
Senator itu menyebut mantan menantunya sebagai "bahaya" bagi putri dan cucunya, serta menegaskan Miller tidak layak duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat jika standar dasar karakter untuk memegang jabatan publik memang berlaku. Miller membalas pernyataan itu lewat unggahan di X, menuduh Moreno baru buka suara sekarang hanya untuk mengalihkan sorotan dari kehebohan medianya sendiri.
Sejumlah tokoh Republik, termasuk anggota legislatif dan operator partai yang mengetahui rencana Miller sebelumnya, disebut telah berusaha mencegahnya melakukan siaran langsung tersebut.
Kontroversi ini bukan sekadar drama personal. Distrik ke-7 Ohio yang diwakili Miller sebelumnya dianggap kursi aman bagi Republik—Trump unggul 11 poin di distrik ini pada 2024, dan Miller sendiri menang dengan raihan suara 51 persen.
Namun sebuah jajak pendapat internal dari lembaga survei berafiliasi Republik, yang ditinjau NOTUS, menunjukkan Miller kini justru tertinggal dari rival Demokratnya, Brian Poindexter, dengan selisih 39 persen berbanding 44 persen, sementara 16 persen pemilih belum menentukan pilihan. Tingkat ketidaksukaan publik terhadap Miller pun mencapai 41 persen, jauh di atas tingkat kesukaan yang hanya 25 persen.
Sejumlah nama telah disebut-sebut sebagai kandidat pengganti potensial andai Miller benar-benar mundur, di antaranya anggota parlemen negara bagian Mike Dovilla dan mantan senator negara bagian Kevin Coughlin. Di sisi lain, kubu Demokrat memanfaatkan momentum ini dengan mendesak Miller mengundurkan diri dan meminta digelarnya penyelidikan etik di Kongres.
Perlu dicatat, ini bukan pertama kalinya Miller menghadapi tuduhan serupa. Pada 2021, mantan juru bicara Gedung Putih era pemerintahan Trump pertama, Stephanie Grisham, pernah menuduhnya melakukan kekerasan fisik semasa keduanya menjalin hubungan.
Miller sempat menggugat balik Grisham atas pencemaran nama baik sebelum akhirnya mencabut gugatan itu sebagai bagian dari penyelesaian di luar pengadilan pada 2023. Grisham sendiri belakangan menggugat Miller, dengan tuduhan pernyataan publik Miller belakangan ini melanggar ketentuan kerahasiaan dalam kesepakatan tersebut.
Sejauh ini, seluruh tuduhan terhadap Miller masih berstatus dugaan yang dibantah keras olehnya, dan tidak ada dakwaan pidana yang pernah diajukan terkait kasus-kasus tersebut. Bagaimana Miller memutuskan sikapnya menjelang tenggat pendaftaran surat suara—dan apakah Trump akhirnya benar-benar turun tangan secara terbuka—akan sangat menentukan peta pertarungan perebutan kursi DPR AS di Ohio pada pemilu sela November mendatang.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda