Sebanyak 45 Hotel BUMN Mulai Digabung ke InJourney, Danantara Bidik 120 PropertiSebanyak 45 Hotel BUMN Mulai Digabung ke InJourney, Danantara Bidik 120 Properti

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memulai proses konsolidasi aset perhotelan milik badan usaha milik negara (BUMN) dengan menggabungkan pengelolaannya di bawah holding pariwisata nasional, InJourney. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan aset sekaligus memperkuat daya saing industri perhotelan nasional.
Tahap awal konsolidasi ditandai dengan penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) atau Perjanjian Jual Beli Bersyarat oleh 45 hotel BUMN pada Jumat. Kesepakatan tersebut menjadi fondasi dalam proses penyatuan aset hotel milik negara ke dalam satu sistem pengelolaan.
Pemerintah menargetkan hingga 120 hotel BUMN akan bergabung ke dalam portofolio InJourney. Jika target tersebut tercapai, InJourney diproyeksikan menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia berdasarkan jumlah properti yang dikelola.
Bagian dari Transformasi Aset Negara
Kepala Badan Pelaksana Bidang Operasional (COO) BPI Danantara sekaligus Wakil Menteri BUMN, Dony Oskaria, mengatakan konsolidasi ini merupakan langkah strategis dalam restrukturisasi aset negara di sektor perhotelan.
"Konsolidasi seluruh hotel BUMN di bawah naungan InJourney merupakan lompatan besar dalam restrukturisasi dan penguatan nilai aset perhotelan milik negara agar mampu bersaing di tingkat global," ujar Dony dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, penandatanganan CSPA menjadi tahapan penting dalam transformasi struktural industri perhotelan BUMN. Proses tersebut dirancang menggunakan prinsip kehati-hatian finansial serta tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Dony menambahkan, proses konsolidasi akan terus berlanjut. Penandatanganan perjanjian serupa dengan sejumlah hotel BUMN lainnya ditargetkan berlangsung pada awal pekan mendatang.
"Ini merupakan langkah nyata untuk mengoptimalkan nilai aset sekaligus membangun struktur pengelolaan yang lebih kuat," katanya.
Seluruh Hotel Dikelola InJourney Hospitality
Setelah proses konsolidasi selesai, seluruh aset hotel BUMN akan dikelola oleh PT Hotel Indonesia Natour yang kini beroperasi dengan nama InJourney Hospitality.
Menurut Dony, penyatuan berbagai aset tersebut akan menciptakan portofolio perhotelan yang lebih terintegrasi. Selain meningkatkan efisiensi operasional, konsolidasi juga diharapkan mampu memperkuat daya saing hotel-hotel BUMN di tengah persaingan industri pariwisata.
Buka Peluang Investasi Strategis
BPI Danantara juga menyiapkan langkah lanjutan setelah jumlah hotel yang terkonsolidasi mencapai sedikitnya 100 properti. Pada tahap tersebut, pemerintah berencana menawarkan portofolio hotel kepada investor strategis.
Peluang investasi akan dibuka bagi investor domestik maupun internasional melalui berbagai skema kerja sama, termasuk usaha patungan (*joint venture*) dan bentuk kemitraan bisnis lainnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai aset negara, memperluas akses pendanaan, serta mendorong pengembangan sektor pariwisata dan perhotelan nasional secara berkelanjutan.
Apa Arti Konsolidasi Hotel BUMN?
Konsolidasi merupakan proses penyatuan pengelolaan sejumlah aset yang sebelumnya tersebar di berbagai perusahaan menjadi satu entitas. Dalam konteks hotel BUMN, model ini diharapkan dapat menyederhanakan tata kelola, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat strategi bisnis, dan memperbesar daya tarik investasi.
Dengan pengelolaan yang terpusat, pemerintah berharap hotel-hotel milik negara dapat memiliki standar layanan yang lebih seragam, memaksimalkan pemanfaatan aset, serta meningkatkan kontribusi terhadap industri pariwisata Indonesia.

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda