Breaking
Memuat breaking news...

Sebanyak 10 ribu pengunjung memadati PRSU, sementara Raim Laode menghibur penonton meski hujan deras turun.

Qaplo
Qaplo
Senin, 13 Juli 2026 - 7.25 AM WIB
Sebanyak 10 ribu pengunjung memadati PRSU, sementara Raim Laode menghibur penonton meski hujan deras turun.
ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN - Sekitar 10 ribu pengunjung memadati arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 pada hari kedelapan penyelenggaraan, Sabtu malam (11/7/2026). Guyuran hujan tak menghalangi ribuan warga untuk bertahan di depan Panggung Utama demi menikmati penampilan Raim Laode dan Nufix.

Kemeriahan terus berlangsung hingga penghujung acara. Ribuan penonton bernyanyi bersama, mengabadikan momen, serta menikmati lagu-lagu yang dibawakan oleh kedua musisi tersebut.

Antusiasme penonton yang tetap tinggi di tengah guyuran hujan menjadi salah satu momen berkesan pada malam kedelapan penyelenggaraan PRSU 2026.

Usai tampil, Raim Laode mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Medan yang tetap memenuhi area konser meski hujan turun cukup deras.

“Jangan ajari orang Medan bersilaturahim. Orang Medan, kalau mau ada hujan badai, kalau ingin berjumpa, dia maju paling depan. Dan saya sudah rasakan malam hari ini, hujan badai tetap kita senang-senang,” ujar Raim Laode.

Di tengah kemeriahan konser, sejumlah peserta Lomba Dance Kontemporer PRSU 2026 juga terlihat menikmati suasana. Mereka sebelumnya mengikuti kompetisi yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan PRSU.

Salah satunya adalah kelompok tari asal Kabupaten Padang Lawas yang rela menempuh perjalanan sekitar 12 jam ke Medan demi membawa nama daerah serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah.

Perjuangan kelompok tari tersebut tidak hanya terjadi saat menempuh perjalanan panjang. Di tengah keterbatasan fasilitas latihan di daerah asal, mereka tetap berlatih keras untuk menampilkan yang terbaik dan memperkenalkan budaya Padang Lawas kepada masyarakat luas.

“Kami ini cuma anak-anak daerah yang cinta budaya leluhur kami. Harapan kami sederhana: lihat kami. Tolong perhatikan anak-anak daerah yang punya bakat dan kemauan keras, tetapi jalannya masih terhalang oleh fasilitas dan biaya,” ungkap perwakilan kelompok tari Kabupaten Padang Lawas.

“Kami ingin budaya Padang Lawas semakin dikenal dan terus berkembang,” lanjutnya.

Antusiasme ribuan pengunjung serta kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa PRSU tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk berkumpul, berkarya, dan mengapresiasi potensi seni serta budaya daerah.

PRSU 2026 masih menghadirkan berbagai penampilan spesial, pameran multiproduk, wahana permainan, kuliner, serta beragam aktivitas lainnya hingga akhir penyelenggaraan.

Masyarakat diajak untuk terus meramaikan Pekan Raya Sumatera Utara 2026 dan menjadi bagian dari kemeriahan pesta rakyat terbesar di Sumatera Utara.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait