Breaking
Memuat breaking news...

Samsung Akhirnya Unjuk Gigi di Galaxy Unpacked, Kacamata Pintar Ini Siap Saingi Meta

Qaplo
Qaplo
Minggu, 26 Juli 2026 - 10.44 AM WIB
Samsung Akhirnya Unjuk Gigi di Galaxy Unpacked, Kacamata Pintar Ini Siap Saingi Meta
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Samsung akhirnya memberi gambaran nyata soal kacamata pintarnya yang selama ini baru sebatas wacana. Di ajang Galaxy Unpacked yang digelar di London pekan lalu, perusahaan asal Korea Selatan ini memamerkan dua desain kacamata yang mereka sebut "intelligent eyewear" — jawaban Samsung atas dominasi Meta di pasar kacamata pintar yang selama ini nyaris tanpa lawan sepadan.

Berbeda dari kacamata realitas tertambah (augmented reality) berlayar yang juga tengah dikembangkan Samsung secara terpisah, kacamata yang diperkenalkan kali ini tidak memiliki layar di dalam lensanya. Fokusnya lebih ke produktivitas sehari-hari, dengan asisten AI Google Gemini sebagai otak utamanya — sedikit berbeda arah dibanding Ray-Ban Meta yang lebih menonjolkan sisi gaya hidup dan hiburan.

Dua Desain, Dua Karakter Berbeda

Samsung menggandeng dua label kacamata ternama untuk membuat desainnya: Gentle Monster dan Warby Parker. Versi Gentle Monster tampil dengan bingkai ramping berkarakter modis, memadukan garis atas lurus dengan sudut bawah membulat. Sementara versi Warby Parker mengusung warna cokelat klasik yang lebih serbaguna untuk dipakai sehari-hari. Kedua model akan tersedia dalam beberapa pilihan warna bingkai dan lensa.

Dari sisi dapur pacu, kacamata ini ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon AR1 Gen 1 — prosesor khusus yang dirancang untuk perangkat wearable seperti kacamata pintar, bukan chip ponsel biasa yang dipaksa masuk ke bingkai kecil. Perangkat ini berjalan di atas platform Android XR, sistem operasi Google yang dirancang khusus untuk perangkat realitas campuran dan wearable pintar.

Fitur: Dari Terjemahan Real-Time sampai Rapat Video

Sama seperti kacamata pintar Meta, Samsung membekali produknya dengan mikrofon, speaker model open-ear (tetap membiarkan telinga mendengar suara sekitar), dan kamera yang bisa diaktifkan lewat suara atau sentuhan untuk memanggil Gemini. Bila pengguna memakai jam tangan Galaxy Watch yang terhubung, sejumlah fitur juga bisa dikendalikan lewat gestur tangan.

Fungsinya cukup lengkap: bertanya soal apa yang sedang dilihat, mendapat petunjuk arah, menelepon, hingga menerjemahkan ucapan maupun tulisan secara langsung. Di Galaxy Unpacked, Samsung juga mendemonstrasikan bagaimana Gemini bisa meringkas pesan panjang, menyalin isi papan tulis ke aplikasi Samsung Notes, serta mengingat konteks percakapan sebelumnya sehingga pengguna tidak perlu mengulang informasi yang sama. Pengguna juga bisa membagikan langsung apa yang mereka lihat saat panggilan video — termasuk lewat Google Meet — serta merekam video atau memotret secara hands-free.

Soal ketahanan baterai, Samsung mengklaim kacamata ini bisa bertahan hingga sembilan jam pemakaian aktif dalam sekali pengisian, dengan casing pengisi daya yang menyediakan tambahan hingga tujuh kali pengisian penuh. Untuk urusan kamera, Samsung belum membagikan spesifikasi resminya, meski salah satu laporan media teknologi menyebut kacamata ini kemungkinan memakai sensor Sony IMX681 beresolusi 12MP — klaim yang masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut oleh Samsung sendiri.

Belajar dari Kritik ke Meta: Ada Lampu Indikator Privasi

Salah satu perhatian yang lebih ditonjolkan Samsung dibanding kompetitornya adalah aspek privasi. Kacamata ini dilengkapi lampu LED indikator yang menyala setiap kali kamera sedang merekam. Samsung menyebut kamera bahkan akan otomatis nonaktif jika lampu LED tersebut ditutup atau dirusak, sehingga mencegah seseorang merekam orang lain secara diam-diam. Fitur ini secara tidak langsung menjawab kritik yang selama ini menghantui kacamata pintar Meta, yang beberapa kali disorot karena penyalahgunaan fitur rekam video tanpa sepengetahuan orang di sekitar penggunanya.

Kapan Bisa Dibeli dan Berapa Harganya?

Samsung belum mengumumkan tanggal rilis pasti maupun harga resmi kacamata ini. Yang sudah dipastikan hanya jendela peluncurannya, yakni musim gugur 2026 atau sekitar akhir tahun ini untuk sejumlah pasar terpilih.

Soal harga, belum ada angka resmi, namun ada gambaran dari posisi kompetitornya. Meta, yang selama ini menguasai pasar kacamata pintar, baru saja meluncurkan lini kacamata rancangan sendiri — lepas dari label Ray-Ban — dengan harga mulai 299 dolar AS (sekitar Rp4,9 jutaan, tergantung kurs saat ini), termasuk edisi kolaborasi bersama Kylie Jenner yang dibanderol 399 dolar AS. Adapun kacamata Ray-Ban Meta generasi terbaru dijual mulai 379 dolar AS, sementara lini Oakley Meta bervariasi tergantung model dan konfigurasi lensa. Karena bingkai Samsung dirancang bersama dua label desainer seperti Gentle Monster dan Warby Parker, ada kemungkinan harganya tidak akan berada di titik paling murah dibanding kompetitor.

Meta sejauh ini masih jadi pemain dominan di kategori kacamata pintar, dengan penjualan lebih dari 7 juta unit sepanjang 2025 saja untuk satu generasi produknya. Masuknya Samsung — didukung ekosistem Google dan Android — berpotensi memberi konsumen lebih banyak pilihan sekaligus mendorong persaingan harga dan fitur yang lebih sehat ke depan. Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran pemain baru ini juga berarti makin banyak opsi kacamata pintar yang bisa dipadukan dengan ekosistem perangkat Android yang sudah lebih dulu banyak dipakai, meski soal ketersediaan resmi di pasar Indonesia sendiri masih harus menunggu pengumuman lebih lanjut dari Samsung.

  • Samsung memperkenalkan kacamata pintar "intelligent eyewear" di Galaxy Unpacked, London, dengan dua desain hasil kolaborasi bersama Gentle Monster dan Warby Parker.

  • Kacamata ini berbasis Android XR dan asisten AI Google Gemini, ditenagai chipset Snapdragon AR1 Gen 1.

  • Fitur utamanya meliputi terjemahan real-time, petunjuk arah, ringkasan pesan, berbagi pandangan saat panggilan video, dan kontrol gestur lewat Galaxy Watch.

  • Baterai diklaim tahan hingga sembilan jam per pengisian, dengan casing yang menyediakan tujuh kali pengisian ulang tambahan.

  • Ada lampu indikator privasi yang menonaktifkan kamera bila ditutup atau dirusak.

  • Harga dan tanggal rilis pasti belum diumumkan; peluncuran ditargetkan musim gugur 2026.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait