Breaking
Memuat breaking news...

Saham SpaceX Anjlok di Bawah Harga IPO, Kekayaan Elon Musk Menyusut Ratusan Miliar Dolar

Qaplo
Qaplo
Selasa, 21 Juli 2026 - 8.56 AM WIB
Saham SpaceX Anjlok di Bawah Harga IPO, Kekayaan Elon Musk Menyusut Ratusan Miliar Dolar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Harga saham SpaceX terus tergelincir hingga jatuh di bawah harga penawaran umum perdananya (IPO), dan penurunan ini langsung memukul kekayaan pribadi Elon Musk yang sebagian besar asetnya terikat pada saham perusahaan roket tersebut. Sementara Musk merugi, sekelompok investor lain justru meraup untung besar dari posisi yang berlawanan: mereka yang bertaruh harga saham SpaceX akan turun.

Menurut laporan Futurism, saat ini ada 185 juta lembar saham SpaceX yang sudah dijual pendek (short sell), setara hampir 29% dari total saham yang beredar bebas di pasar. Angka ini melonjak tajam dibanding hanya sekitar 5-7% tiga pekan lalu — kenaikan yang menurut Ihor Dusaniwsky, direktur pelaksana firma riset pasar S3 Partners, tergolong salah satu yang tertinggi untuk perusahaan yang baru melantai di bursa kurang dari sebulan.

"Kelemahan harga saham belakangan ini memicu lonjakan penjualan pendek, didukung pula oleh ekspektasi berakhirnya masa penguncian saham dalam waktu dekat," kata Dusaniwsky, dikutip dari Bloomberg.

Saat ini harga saham SpaceX bertengger di US$131 — sudah lebih rendah dari US$135, harga yang ditetapkan perusahaan saat IPO. Angka ini jadi pengingat betapa cepatnya arah harga bisa berbalik: pada hari pertama perdagangan, saham SpaceX sempat melompat ke US$150, bahkan menembus di atas US$200 dalam beberapa hari setelah pencatatan. Dari titik puncak itu, nilainya kini sudah tergerus sepertiga hanya dalam kurun waktu sebulan.

Bagi sebagian besar pendiri perusahaan teknologi, kekayaan pribadi memang jarang berbentuk uang tunai — sebagian besar tersimpan dalam bentuk kepemilikan saham perusahaan sendiri. Musk termasuk salah satunya, sehingga setiap penurunan harga saham SpaceX langsung memangkas nilai kekayaannya di atas kertas. Sejak puncaknya pada pertengahan Juni lalu, kekayaan bersih Musk dilaporkan sudah menyusut ratusan miliar dolar AS.

Penurunan ini tidak lepas dari keraguan investor terhadap arah bisnis SpaceX ke depan, terutama rencana ambisius perusahaan untuk membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) di orbit — proyek yang jalannya menuju keuntungan masih belum jelas. Sebagai gambaran, tahun lalu saja SpaceX mencatat kerugian mendekati US$5 miliar.

Keputusan Musk menggabungkan SpaceX dengan xAI, perusahaan kecerdasan buatan miliknya, sebelum IPO berlangsung, juga dinilai turut memberi dampak negatif. Langkah ini membuat SpaceX ikut terseret sejumlah kontroversi yang menimpa xAI, termasuk kasus penggunaan chatbot Grok yang dilaporkan menghasilkan jutaan gambar bermuatan seksual tanpa persetujuan orang-orang yang gambarnya digunakan.

Dulu, antusiasme publik terhadap eksplorasi antariksa membuat SpaceX relatif kebal dari sentimen negatif yang menimpa sosok Musk secara pribadi. Namun rangkaian tekanan belakangan ini menunjukkan bahwa perlindungan tersebut tampaknya sudah tidak lagi berlaku sepenuhnya.

Di tengah tekanan yang dihadapi Musk dan perusahaannya, ada pihak yang justru diuntungkan: para penjual short. Secara sederhana, penjual short adalah investor yang meminjam saham lalu menjualnya dengan harapan harganya akan turun, sebelum membelinya kembali dengan harga lebih murah untuk dikembalikan ke pemilik asli — selisih harga itulah yang menjadi keuntungan mereka.

Dengan strategi tersebut, penurunan harga saham SpaceX membuat keuntungan di atas kertas para penjual short melonjak hingga mencapai US$3,88 miliar, berdasarkan data Bloomberg.

Dalam skema IPO, biasanya hanya sebagian kecil saham perusahaan yang boleh langsung diperdagangkan bebas — mekanisme ini disebut lock-up period atau masa penguncian saham, yang tujuannya mencegah pemegang saham lama ramai-ramai menjual seluruh kepemilikannya sekaligus dan meruntuhkan harga secara drastis begitu perusahaan baru melantai.

Persoalannya, masa penguncian ini tidak berlaku selamanya. Mulai sekarang hingga Desember mendatang, sekitar separuh dari total saham SpaceX akan mulai bebas diperdagangkan. Jika sebagian pemegang saham lama memilih melepas saham yang baru terbuka itu, tekanan jual bisa mendorong harga turun lebih dalam lagi. Sejumlah analis pasar sudah mengingatkan bahwa proses pelepasan saham bertahap semacam ini kemungkinan besar akan memicu volatilitas tinggi — kabar yang tentu tidak menenangkan bagi investor yang sudah gelisah dengan kinerja SpaceX belakangan ini.

Meski SpaceX belum tercatat sebagai perusahaan publik yang diperdagangkan secara luas di bursa Indonesia, dinamika seperti ini tetap relevan diperhatikan sebagai studi kasus: betapa cepatnya nilai kekayaan seorang pengusaha bisa berubah ketika sebagian besar asetnya bertumpu pada satu saham, dan bagaimana sentimen pasar terhadap sosok pendiri perusahaan bisa ikut menyeret harga saham perusahaannya sendiri — bukan semata soal kinerja bisnis di atas kertas.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait