Banyak orang menganggap menjalani hari yang itu-itu saja adalah sesuatu yang membosankan. Padahal, penelitian terbaru menunjukkan hal sebaliknya: menjalani jadwal harian yang teratur justru membawa manfaat besar bagi kesehatan tubuh dan pikiran.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Behavioral Medicine pada 2026 mengungkap, keteraturan dalam ritme perilaku sosial — seperti waktu tidur, makan, dan bersosialisasi — berkaitan dengan lebih sedikit gejala depresi, keluhan nyeri yang lebih ringan, serta indeks massa tubuh (IMT) yang lebih rendah pada orang lanjut usia.
Manfaat Tetap Terasa Meski Tidur Kurang
Yang menarik, manfaat tersebut tetap dirasakan meskipun kualitas tidur seseorang tidak maksimal. Para peneliti awalnya berharap menemukan kaitan langsung antara gejala insomnia dan ritme perilaku sosial, tetapi hasil di lapangan justru menunjukkan temuan berbeda yang tak kalah penting.
Eric Willmarth, PhD, Direktur Program Psikofisiologi Terapan di Saybrook University, menjelaskan, “Singkatnya, keteraturan yang tinggi dalam jadwal harian dikaitkan dengan lebih sedikit gejala depresi, lebih sedikit rasa sakit yang dilaporkan, dan IMT yang lebih rendah.”
Rutinitas Jadi Patokan Harian bagi Lansia
Giulia P. Davis, LMFT, pendiri Mycelia Therapy, menyebut otak dan tubuh manusia umumnya bekerja jauh lebih baik ketika sudah tahu apa yang akan dihadapi sehari-hari. Hubungan ini berlaku terlepas dari apakah seseorang menderita insomnia atau tidak.
Menurutnya, seiring bertambahnya usia dan waktu luang yang semakin banyak, rutinitas akhirnya berfungsi sebagai patokan harian yang mendukung waktu tidur, ragam aktivitas, hingga pola makan para lansia.
Pola yang teratur juga memudahkan seseorang menyadari sekecil apa pun perubahan perilaku. Misalnya, kebiasaan jalan pagi yang mendadak berhenti bisa menjadi sinyal adanya perubahan kondisi mental atau fisik.
Courtney Crouse, PsyD, menambahkan bahwa memperkenalkan kembali rutinitas ke dalam kehidupan lansia sangat membantu mereka menyesuaikan diri dengan fase kehidupan yang baru. “Ini dapat membantu meredakan kecemasan, depresi, perasaan terisolasi, dan kegelisahan yang terkait dengan fase kehidupan tersebut,” ungkapnya.
Mengurangi Kelelahan Akibat Banyak Memutuskan
Psikoterapis asal New York, Lindsay Liben, LCSW, juga menyoroti manfaat lain dari jadwal harian: mengurangi kelelahan akibat terlalu banyak mengambil keputusan setiap hari.
Jadi, jika Anda merasa hidup yang teratur itu membosankan, ingatlah bahwa di balik keteraturan tersebut ada tubuh dan pikiran yang lebih sehat.
Sumber: Kompas.com


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda