Rusia Klaim Kuasai Dua Desa di Donetsk, Ukraina Belum Konfirmasi

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya telah menguasai dua desa di wilayah timur Donetsk, Ukraina. Klaim ini disampaikan lewat kanal Telegram resmi kementerian dan dikutip kantor berita pemerintah Rusia, RIA, pada Minggu (9/8/2026).
Dua desa yang dimaksud adalah Vasyutinske, yang letaknya hanya beberapa kilometer di sebelah timur Kramatorsk—kota yang selama ini dijuluki "kota benteng" karena posisinya sebagai salah satu pertahanan utama Ukraina di garis depan—dan Toretsk, di sebelah barat daya kota Druzhkivka.
Sejauh ini, pihak Ukraina tidak memberikan pengakuan apa pun soal jatuhnya dua wilayah tersebut. Reuters, yang pertama melaporkan klaim ini, juga menyatakan tidak bisa memverifikasi kebenaran laporan dari medan perang tersebut secara independen. Artinya, klaim Rusia untuk sementara masih berstatus sepihak dan belum bisa dipastikan kebenarannya di lapangan.
Klaim penguasaan dua desa ini menjadi bagian dari pola yang sudah berlangsung cukup lama: Rusia terus merangsek perlahan ke arah barat di wilayah Donetsk. Meski begitu, di sepanjang garis depan yang membentang hingga 1.200 kilometer, hampir tidak ada perubahan posisi yang signifikan selama beberapa bulan terakhir. Perang ini, dengan kata lain, masih berjalan dengan tempo yang lambat dan berat sebelah pada pertempuran skala kecil.
DeepState, blog perang asal Ukraina yang selama ini dikenal rutin memetakan posisi kedua pasukan menggunakan data sumber terbuka, melaporkan adanya pergerakan maju pasukan Rusia di dekat Illinivka—kawasan di luar kota Kostiantynivka yang memang tengah diperebutkan. Kelompok yang sama juga mencatat kemajuan pasukan Rusia di sekitar Chasiv Yar, sebelah barat kota Bakhmut. Bakhmut sendiri sudah jatuh ke tangan Rusia sejak 2023, setelah pertempuran sengit berbulan-bulan.
Staf Umum militer Ukraina, dalam laporan malam harinya, menyebut pasukan mereka berhasil menahan 24 serangan di sekitar Kostiantynivka, Illinivka, dan sejumlah titik lain. Situasi di Kostiantynivka sendiri sebenarnya bukan cerita baru. Komandan-komandan Rusia sempat mengklaim telah merebut kota itu pada Juli lalu, namun klaim tersebut langsung dibantah pihak Ukraina—pola klaim-bantah yang berulang kali terjadi di berbagai titik front sepanjang perang ini.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dalam pidato video malam harinya pada 9 Agustus, tidak menyinggung sama sekali soal adanya perubahan posisi di garis depan. Namun, ia secara khusus memuji pasukan Ukraina yang bertempur di sejumlah wilayah tertentu, termasuk Dobropillia, Kostiantynivka, dan Kramatorsk.
Wilayah Donetsk memang menjadi salah satu fokus utama operasi militer Rusia sejak awal invasi. Setiap klaim penguasaan wilayah baru, sekecil apa pun, biasanya langsung memicu perdebatan soal validitasnya—terutama karena kedua belah pihak kerap punya kepentingan untuk menonjolkan narasi kemenangan di medan perang.
Belum ada informasi resmi yang bisa mengonfirmasi status pasti Vasyutinske dan Toretsk saat ini, dan pembaca perlu menahan diri untuk tidak menyimpulkan situasi di lapangan hanya dari satu sumber.
Berita ini disusun berdasarkan laporan Reuters yang dipublikasikan 9 Agustus 2026.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda