Breaking
Memuat breaking news...

Rupiah Tertekan ke Rekor Lemah, Dolar di Bank Dekati Rp18.000

Qaplo
Qaplo
Selasa, 26 Mei 2026 - 8.22 PM WIB
Rupiah Tertekan ke Rekor Lemah, Dolar di Bank Dekati Rp18.000
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Ringkasan 3 Poin Utama

  1. Rupiah ditutup melemah di level Rp17.775 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026.
  2. Kurs jual dolar AS di sejumlah bank nasional bergerak tinggi, bahkan ada yang mendekati Rp18.000.
  3. Harga emas batangan di Galeri 24 ikut naik di tengah tekanan pasar dan ketidakpastian global.

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Tekanan muncul menjelang libur panjang Idul Adha, saat kebutuhan valuta asing masih tinggi dan pelaku pasar memilih lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup di level Rp17.775 per dolar AS. Posisi itu melemah 0,25 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya sekaligus membawa rupiah kembali ke level terlemah sepanjang masa.

Sepanjang perdagangan, pergerakan rupiah berada dalam tekanan. Mata uang Garuda sempat dibuka stagnan di Rp17.730 per dolar AS, lalu berbalik melemah hingga menyentuh Rp17.790 per dolar AS.

Tekanan serupa juga tercermin dari data Bloomberg pada pukul 12.36 WIB. Saat itu, rupiah berada di level Rp17.796 per dolar AS, turun 53 poin atau sekitar 0,30 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Presiden Direktur Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, memperkirakan rupiah masih berpotensi bergerak lemah di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.800 per dolar AS. Menurut dia, salah satu tekanan utama berasal dari indeks dolar AS yang masih berada di level tinggi.

Indeks dolar AS atau DXY tercatat berada di level 99 pada pagi hari. Meski sedikit turun dibandingkan akhir pekan sebelumnya di level 99,51, posisi tersebut masih cukup kuat untuk menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain faktor dolar AS, pasar juga mencermati perkembangan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan perdamaian kedua negara yang belum konkret membuat pelaku pasar cenderung mencari aset yang dinilai lebih aman.

“Potensi masih melemah ke arah Rp17.750 sampai Rp17.800,” ujar Ariston.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah ikut dipengaruhi sentimen pasar yang belum membaik. Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menjadi salah satu tanda bahwa investor masih menahan diri terhadap aset berisiko.

Ariston menambahkan, permintaan valuta asing pada Mei 2026 masih tinggi. Salah satu pemicunya adalah kebutuhan repatriasi dividen, yaitu pengiriman keuntungan perusahaan ke negara asal investor. Aktivitas ini biasanya meningkatkan kebutuhan dolar AS sehingga dapat memberi tekanan tambahan terhadap rupiah.

Kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor pada Senin, 25 Mei 2026, berada di level Rp17.743 per dolar AS. Posisi ini melemah dibandingkan Jumat, 22 Mei 2026, yang berada di Rp17.717 per dolar AS.

Kurs Dolar di Bank Nasional Bergerak Tinggi

Pelemahan rupiah membuat kurs dolar AS di sejumlah bank nasional ikut bergerak tinggi. Beberapa bank menetapkan kurs jual dolar mendekati atau melewati Rp17.800 per dolar AS.

Dalam transaksi valuta asing, kurs jual adalah harga yang digunakan bank saat menjual dolar AS kepada nasabah. Artinya, masyarakat yang ingin membeli dolar dari bank biasanya mengacu pada kurs jual. Sebaliknya, kurs beli adalah harga yang digunakan bank saat membeli dolar AS dari nasabah.

Perbedaan kurs jual dan kurs beli penting diperhatikan karena menjadi selisih biaya dalam transaksi valuta asing. Semakin besar selisihnya, semakin mahal biaya yang ditanggung nasabah ketika membeli atau menjual dolar dalam waktu berdekatan.

Berikut kurs dolar AS di sejumlah bank berdasarkan data yang tersedia:

Bank - Kurs Beli - Kurs Jual - Keterangan
BCA e-rateRp17.779Rp17.799Per 15.03 WIB
BCA TT Counter/bank notesRp17.585Rp17.835Per 15.03 WIB
Bank Mandiri special rateRp17.740Rp17.770Per 11.22 WIB
BNI special ratesRp17.780Rp17.800Per 14.50 WIB
BNI TT Counter/bank notesRp17.740Rp17.810Per 14.50 WIB
BRI e-rateRp17.598Rp17.800Per 15.00 WIB
BRI TT CounterRp17.605Rp17.905Per 15.00 WIB
UOB IndonesiaRp17.412Rp17.962Per 08.23 WIB
CIMB NiagaRp17.782Rp17.797Per 14.30 WIB
HSBC transfer ratesRp17.535Rp17.985Per 09.05 WIB
HSBC banknote ratesRp17.460Rp18.060Per 09.05 WIB
MUFG Bank Jakarta BranchRp17.430Rp18.030Per 09.18 WIB

Catatan: Data kurs Bank Mandiri untuk TT Counter dan bank notes perlu dicermati kembali karena angka yang tersedia menunjukkan susunan kurs beli dan kurs jual yang tidak lazim.

Harga Emas Ikut Menguat

Di tengah tekanan terhadap rupiah, harga emas batangan yang dijual di Galeri 24 juga ikut naik. Kenaikan terjadi pada sejumlah produk logam mulia, mulai dari Galeri 24, Antam, UBS, hingga Antam Mulia Retro.

Harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram tercatat Rp2.794.000. Nilai ini naik dibandingkan posisi sebelumnya Rp2.767.000 per gram.

Harga emas Antam ukuran 1 gram dipatok Rp2.916.000. Posisi tersebut meningkat dari harga sebelumnya sebesar Rp2.871.000 per gram.

Sementara itu, harga emas UBS ukuran 1 gram berada di Rp2.855.000 per gram. Harga ini naik dari posisi sebelumnya Rp2.815.000 per gram.

Adapun emas Antam Mulia Retro ukuran 1 gram dijual Rp2.896.000. Harga tersebut juga meningkat dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp2.842.000 per gram.

Harga emas biasanya lebih banyak dilirik saat pasar keuangan bergejolak karena sebagian investor menganggapnya sebagai aset pelindung nilai. Dalam kondisi rupiah melemah atau ketidakpastian global meningkat, emas sering menjadi salah satu instrumen yang dicermati investor maupun masyarakat.

Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan harga buyback. Buyback adalah harga pembelian kembali oleh penyedia emas ketika pemilik emas ingin menjual kembali logam mulia yang dimiliki. Harga buyback umumnya lebih rendah dibandingkan harga jual.

Ringkasan Harga Emas 1 Gram

Jenis Emas - Harga 1 Gram - Harga Buyback
Galeri 24Rp2.794.000Rp2.620.000
AntamRp2.916.000Rp2.612.000
UBSRp2.855.000Rp2.612.000
Antam Mulia RetroRp2.896.000Rp2.612.000

Daftar Harga Emas Galeri 24

Berat - Harga - Harga Buyback
0,5 gramRp1.465.000Rp1.310.000
1 gramRp2.794.000Rp2.620.000
2 gramRp5.520.000Rp5.240.000
5 gramRp13.698.000Rp13.102.000
10 gramRp27.323.000Rp26.204.000
25 gramRp67.939.000Rp65.189.000
50 gramRp135.769.000Rp130.379.000
100 gramRp271.404.000Rp260.759.000
250 gramRp676.843.000Rp648.680.000
500 gramRp1.353.685.000Rp1.297.361.000
1.000 gramRp2.707.370.000Rp2.594.723.000

Daftar Harga Emas Antam

Berat - Harga - Harga Buyback
0,5 gramRp1.511.000Rp1.306.000
1 gramRp2.916.000Rp2.612.000
2 gramRp5.768.000Rp5.225.000
3 gramRp8.626.000Rp7.837.000
5 gramRp14.342.000Rp13.063.000
10 gramRp28.626.000Rp26.126.000
25 gramRp71.435.000Rp64.994.000
50 gramRp142.787.000Rp129.989.000
100 gramRp285.493.000Rp259.979.000

Daftar Harga Emas UBS

Berat - Harga - Harga Buyback
0,5 gramRp1.543.000Rp1.306.000
1 gramRp2.855.000Rp2.612.000
2 gramRp5.667.000Rp5.225.000
5 gramRp14.002.000Rp13.063.000
10 gramRp27.857.000Rp26.126.000
25 gramRp69.507.000Rp64.994.000
50 gramRp138.727.000Rp129.989.000
100 gramRp277.345.000Rp259.979.000
250 gramRp693.158.000Rp646.740.000
500 gramRp1.384.687.000Rp1.293.481.000

Daftar Harga Emas Antam Mulia Retro

Berat - Harga - Harga Buyback
0,5 gramRp1.558.000Rp1.306.000
1 gramRp2.896.000Rp2.612.000
2 gramRp5.698.000Rp5.225.000
3 gramRp8.438.000Rp7.837.000
5 gramRp14.146.000Rp13.063.000
10 gramRp28.167.000Rp26.126.000
25 gramRp70.242.000Rp64.994.000
50 gramRp140.414.000Rp129.989.000
100 gramRp280.551.000Rp259.979.000

Apa Artinya bagi Pembeli Dolar dan Emas?

Bagi masyarakat yang membutuhkan dolar AS, pelemahan rupiah membuat biaya pembelian valuta asing menjadi lebih mahal. Kondisi ini perlu diperhatikan oleh mereka yang berencana bepergian ke luar negeri, membayar sekolah atau kuliah internasional, atau memiliki transaksi dalam mata uang asing.

Bagi pelaku usaha, rupiah yang lemah bisa meningkatkan biaya impor bahan baku dan barang modal. Jika tekanan kurs berlangsung lama, sebagian biaya tersebut berpotensi diteruskan ke harga jual produk.

Sementara itu, bagi pembeli emas, kenaikan harga perlu dilihat bersama selisih antara harga jual dan harga buyback. Jika emas dibeli untuk tujuan jangka pendek, selisih tersebut dapat memengaruhi potensi keuntungan.

Pemilik emas yang sudah membeli di harga lebih rendah bisa diuntungkan ketika harga naik. Namun, keputusan menjual tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan dana, harga buyback, dan tujuan investasi masing-masing.

Menjelang libur panjang, transaksi pasar biasanya lebih terbatas sehingga pelaku pasar cenderung mengurangi risiko. Kombinasi rupiah yang melemah, kurs dolar yang tinggi di perbankan, dan harga emas yang naik menunjukkan pasar domestik masih berhati-hati menghadapi tekanan global dan kebutuhan valuta asing di dalam negeri.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait