Arab Saudi mengklaim telah menggagalkan serangan rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi dan mengarah ke Ibu Kota Riyadh, Selasa (20/10) waktu setempat. Otoritas Riyadh menyatakan pasukan pertahanan udara mereka berhasil menghancurkan rudal tersebut sebelum mencapai sasaran.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan rudal balistik itu ditembakkan oleh apa yang disebutnya "milisi teroris Houthi" ke arah Riyadh. Sejumlah jurnalis AFP yang berada di ibu kota melaporkan mendengar rentetan suara ledakan, dan menyebut Riyadh diguncang setidaknya dua ledakan.
Sebelum pengumuman pencegatan itu keluar, otoritas pertahanan sipil Saudi sempat merilis peringatan bahaya melalui Platform Peringatan Dini Nasional di Kota Riyadh. Namun hanya berselang beberapa menit, peringatan tersebut dicabut dan otoritas menyatakan "bahaya telah berlalu".
Eskalasi yang Kian Tajam
Rangkaian serangan Houthi terhadap Arab Saudi disebut telah mencapai skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Serangan-serangan tersebut bahkan memaksa penundaan sebuah konferensi investasi besar, sebuah pukulan telak bagi ambisi Riyadh menarik lebih banyak modal asing dan mendiversifikasi ekonominya.
Selain itu, rentetan serangan mematikan juga memaksa penutupan bandara Riyadh. Sebagai balasan, Angkatan Udara Saudi secara rutin melancarkan serangan ke kantong-kantong Houthi di Yaman.
Konflik Yaman Kembali Membara
Koalisi pimpinan Saudi diketahui mendukung pemerintah Yaman dalam konflik melawan Houthi, kelompok yang didukung Iran. Konflik ini kembali berkobar sejak Juli lalu, setelah mereda selama bertahun-tahun menyusul gencatan senjata rapuh yang disepakati pada 2022.
Gencatan senjata itu runtuh setelah Houthi mengizinkan sebuah pesawat Iran mendarat di Sanaa, Ibu Kota Yaman. Langkah tersebut dianggap menentang kendali Riyadh atas wilayah udara Yaman dan memicu serangkaian serangan balasan.
Houthi kemudian mengumumkan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi, serta kembali menyerang kapal-kapal, wilayah, dan fasilitas minyak negara tersebut.
Sumber: Detik.com


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda