Breaking
Memuat breaking news...

RI Debut di London Tech Week 2026, Bawa 6 Startup dan Ambisi AI ke Panggung Global

Qaplo
Qaplo
Minggu, 14 Juni 2026 - 10.56 AM WIB
RI Debut di London Tech Week 2026, Bawa 6 Startup dan Ambisi AI ke Panggung Global
Reading Comfort
adjust the font size

London - Indonesia mengukir sejarah baru dalam peta teknologi global dengan menghadirkan Paviliun Nasional untuk pertama kalinya di ajang bergengsi London Tech Week 2026. Langkah strategis ini menegaskan posisi Indonesia yang tidak lagi sekadar menjadi pasar konsumsi teknologi, melainkan sebagai salah satu pusat inovasi digital yang patut diperhitungkan di kancah internasional.

Bertempat di booth 420, London Olympia, Paviliun Indonesia resmi dibuka pada Senin, 8 Juni 2026. Kehadiran paviliun ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Luar Negeri RI, serta Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.

Membawa Enam Startup Unggulan

Dalam debut bersejarah ini, delegasi Indonesia memboyong enam perusahaan rintisan (startup) terpilih yang mewakili berbagai sektor krusial. Inovasi yang dipamerkan mencakup teknologi kesehatan (healthtech), platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga solusi teknologi pendukung kota cerdas (smart city).

Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris, Desra Percaya, menyampaikan bahwa partisipasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat perekonomian nasional melalui sektor digital. Menurutnya, peran startup sangat vital dalam mendorong riset, pengembangan, dan pertumbuhan ekonomi baru di tanah air.

Senada dengan Desra, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menekankan bahwa kehadiran Indonesia di forum internasional ini membawa pesan kuat tentang kesiapan talenta digital dalam negeri. Indonesia ingin membuktikan memiliki inovasi yang matang dan siap bersaing menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Potensi Raksasa Ekonomi Digital Indonesia

Keikutsertaan Indonesia di London Tech Week didukung oleh data fundamental ekonomi digital yang solid. Sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia kini memiliki lebih dari 2.400 startup yang terus berkembang aktif.

Berdasarkan data sektoral, nilai ekonomi digital Indonesia telah menembus angka 90 miliar dolar AS pada tahun 2024. Angka ini diproyeksikan melonjak tajam hingga mencapai kisaran 200 hingga 300 miliar dolar AS pada tahun 2030 mendatang, memperkuat posisi tawar Indonesia di mata investor global.

Agenda Strategis: Pitching hingga Diskusi Panel AI

Selama perhelatan London Tech Week, delegasi Indonesia tidak hanya sekadar memamerkan produk. Pada 9 Juni 2026, para pelaku startup dijadwalkan mengikuti sesi masterclass dan pitching langsung di hadapan para investor, pendiri perusahaan teknologi global, serta pembuat kebijakan dari Inggris.

Selanjutnya, pada 10 Juni 2026, agenda berlanjut ke rangkaian Fringe Event yang fokus membahas pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) serta pengembangan talenta digital nasional. Melalui sesi diskusi panel ini, Indonesia berupaya membuka peluang kolaborasi teknologi jangka panjang yang saling menguntungkan.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait