Breaking
Memuat breaking news...

Redam Konflik Timur Tengah, JD Vance dan Delegasi Iran Gelar Pertemuan Darurat di Swiss

Qaplo
Qaplo
Minggu, 21 Juni 2026 - 10.49 AM WIB
Redam Konflik Timur Tengah, JD Vance dan Delegasi Iran Gelar Pertemuan Darurat di Swiss
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

QAPLO - Upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan membara di Timur Tengah memasuki babak krusial. Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, bertolak ke Swiss untuk memimpin perundingan langsung terkait implementasi kesepakatan damai dengan delegasi tingkat tinggi Iran.

Pertemuan ini berlangsung di tengah situasi regional yang kembali memanas. Fokus utama pembahasan mencakup kelanjutan program nuklir Iran serta upaya penegakan gencatan senjata di Lebanon, dua isu sensitif yang menjadi kunci stabilitas kawasan.

Misi Singkat JD Vance di Swiss

Sebelum bertolak dari Joint Base Andrews, Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa kunjungannya ke Swiss akan berlangsung singkat, sekitar satu hingga dua hari. Meski demikian, ia membawa misi penting untuk mengamankan poin-poin kesepakatan yang telah dirintis sebelumnya.

"Saya berharap kami akan membuat kemajuan dalam isu nuklir, serta kemajuan dalam isu gencatan senjata Lebanon. Itu adalah dua hal besar yang menurut saya akan menjadi fokus kami," ujar Vance kepada wartawan sebelum lepas landas.

Iran Tuntut Komitmen Nyata Amerika Serikat

Di pihak lain, Teheran mengirimkan delegasi diplomatik kelas berat ke Swiss. Rombongan Iran diperkuat oleh negosiator ulung Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Kehadiran tokoh-tokoh kunci ini menunjukkan keseriusan sekaligus tekanan diplomasi yang dibawa Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa kedatangan delegasi mereka bertujuan untuk menagih komitmen konkret dari Washington. Iran memperingatkan bahwa kelambatan sikap dari AS dapat mengancam seluruh proses perdamaian yang tengah dibangun.

"Delegasi akan menindaklanjuti dan meminta implementasi dari pihak AS sebagai bagian dari komitmen perjanjian damai. Pihak AS harus mengambil langkah segera, jika tidak, proses perdamaian ini akan menghadapi masalah besar," tegas Baqaei seperti dikutip dari kantor berita IRNA.

Ketegangan Baru: Serangan di Lebanon dan Penutupan Selat Hormuz

Perundingan di Swiss ini dibayangi oleh eskalasi militer yang terjadi di lapangan. Hanya sehari sebelum pertemuan, militer Israel dilaporkan kembali melancarkan serangan ke wilayah Lebanon. Bagi Iran, kesepakatan damai dengan AS tidak dapat dipisahkan dari penghentian total pertempuran antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Sebagai respons langsung terhadap serangan terbaru Israel tersebut, Iran mengambil langkah drastis dengan kembali menutup Selat Hormuz. Jalur perairan ini merupakan salah satu rute logistik dan distribusi minyak mentah paling vital di dunia. Penutupan selat strategis ini diprediksi akan meningkatkan tekanan ekonomi global dan menambah urgensi bagi kedua belah pihak di meja perundingan untuk segera mencapai kesepakatan konkret.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait