Realisasi PAD Sumut Tembus Rp3,4 Triliun per Juli 2026, Sudah 50,01 Persen dari Target

Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara menunjukkan tren positif di pertengahan tahun. Hingga 28 Juli 2026, realisasinya sudah melewati setengah dari target tahunan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Sumut Sutan Tolang Lubis menyebut capaian itu hampir Rp3,5 triliun. Angka pastinya Rp3,4 triliun lebih dari target Rp6,9 triliun lebih yang ditetapkan untuk 2026.
"Sementara perhari ini, realisasi target kita sudah Rp3,4 triliun lebih, atau persentasenya sebesar 50,01 persen," ujar Sutan kepada wartawan, Kamis (30/7).
Angka 50,01 persen itu merupakan akumulasi dari tujuh jenis pajak dan retribusi daerah. Perkembangannya tidak merata.
Pajak Kendaraan Bermotor terealisasi 41,60 persen dari target. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 43,88 persen. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sudah 50,03 persen.
Yang paling tinggi justru pajak air permukaan, tembus 79,69 persen. Pajak rokok 50,06 persen. Untuk pajak alat berat dan opsen mineral bukan logam dan batuan, realisasinya ikut dihitung dalam capaian tersebut. Persentasenya belum dirinci dalam laporan per 28 Juli.
Pola ini cukup menggambarkan kebiasaan pembayaran. Pajak yang berbasis konsumsi dan rokok relatif stabil di tengah tahun. Sementara PKB dan BBNKB biasanya baru ngebut di semester II.
Di luar pajak, retribusi daerah malah lebih cepat.
Hingga 28 Juli, total realisasi retribusi Rp143,2 miliar lebih dari target Rp243,2 miliar lebih. Jika dipersentasekan, 58,92 persen.
Retribusi itu terbagi tiga, yakni retribusi jasa umum, jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu.
Untuk mengejar target Rp6,9 triliun lebih hingga akhir tahun, Bapenda menyiapkan beberapa program.
Dua yang disebut Sutan adalah Gebyar Pajak dan Gerakan Sadar Pajak Kendaraan atau GAS-KEN. Fokusnya ke PKB, yang memang basis wajib pajaknya besar.
Gebyar Pajak diarahkan untuk meningkatkan kesadaran bayar. Sementara GAS-KEN lebih ke pendekatan langsung.
"Ini teknik imbauan dan menyapa sampai ke lapisan masyarakat," ucap Sutan.
Sutan berharap partisipasi masyarakat terus naik. Alasannya sederhana, pajak daerah kembali lagi ke pembangunan.
"Karena itu merupakan wujud partisipasi dalam pembangunan Sumatera Utara," ujarnya.
Dengan sisa waktu lima bulan, pekerjaan Bapenda masih mengejar sekitar Rp3,5 triliun lagi. Capaian 50 persen di Juli jadi modal awal, tapi kuncinya tetap di konsistensi penagihan PKB dan BBNKB di akhir tahun.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda