Palembang — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Luas lahan yang masih terbakar diperkirakan mencapai 200 hingga 300 hektare per hari.
Tim gabungan dari Kementerian Kehutanan bersama Satgas Pengendalian Karhutla Sumatera Selatan terus berjibaku memadamkan api. Prioritas utama saat ini adalah mengendalikan titik api di kawasan lahan gambut agar kebakaran tidak meluas.
“Setiap hari kami laporkan sekitar 200–300 hektare yang masih menyala. Di lahan gambut, maksimal hanya sekitar 10 hektare yang bisa kami kerjakan di setiap lokasi,” ujar salah satu petugas pengendalian karhutla.
Kendala Air, Cuaca Panas, dan Perubahan Angin
Upaya pemadaman menghadapi tiga kendala utama, yakni terbatasnya ketersediaan air, cuaca panas, dan perubahan arah angin yang tidak menentu. Kondisi tersebut membuat tim lebih fokus pada pengendalian titik api ketimbang pemadaman total di seluruh kawasan terdampak.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga 19 Oktober 2026 menunjukkan progres penanganan di Sumatera Selatan. Dari target penanganan seluas 401,67 hektare, seluas 293,17 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara 108,50 hektare masih dalam proses pemadaman dan pendinginan intensif oleh satgas gabungan.
BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait, TNI, Polri, serta pemerintah daerah terus mengintensifkan pengerahan personel dan sumber daya guna menuntaskan sisa titik api. Beban operasi karhutla diprediksi akan semakin ringan seiring datangnya musim hujan yang diperkirakan BMKG tiba bertahap pada Oktober hingga November.
Sumber: Kompas TV


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda