Raja Salman Rombak Posisi Strategis Ekonomi Arab Saudi, MBS Tetap Pimpin Kabinet

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud menerbitkan tiga dekret kerajaan yang menandai perombakan besar dalam susunan pemerintahan. Dekret itu keluar pada Kamis waktu setempat, sebagaimana dilaporkan Al-Arabiya, Jumat (14/8/2026). Meski ada pergeseran di sejumlah pos penting, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) tetap duduk sebagai perdana menteri yang memimpin kabinet.
Dasar hukum perombakan ini merujuk pada dekret-dekret kerajaan sebelumnya soal pembentukan kabinet, serta Pasal 9 Undang-Undang Dewan Menteri Arab Saudi. Pasal tersebut membatasi masa jabatan kabinet maksimal empat tahun, namun memberi ruang bagi raja untuk membentuk ulang susunannya lewat dekret kapan pun dalam periode itu.
Perubahan paling menonjol terjadi di sektor ekonomi dan keuangan. Bandar Alkhorayef dicopot dari kursi Ketua Dewan Direksi Local Content and Government Procurement Authority (LCGPA), lembaga yang mengurusi konten lokal dan pengadaan pemerintah.
Posisinya diserahkan kepada Pangeran Abdulaziz bin Salman bin Abdulaziz, yang juga masih menjabat Menteri Energi Arab Saudi — sehingga kini merangkap dua jabatan strategis sekaligus.
Pergantian lain terjadi di Capital Market Authority (CMA), otoritas yang mengawasi pasar modal Arab Saudi. Mohammed El Kuwaiz lengser dari kursi ketua, digantikan Mazen Al-Sudairi dengan status setingkat menteri.
Perombakan ini berlangsung di tengah upaya Arab Saudi menjalankan Vision 2030 — agenda transformasi ekonomi yang digagas MBS untuk melepaskan ketergantungan negara pada minyak sekaligus memperkuat sektor-sektor di luar migas.
Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda