Breaking
Memuat breaking news...

Proyeksi Rupiah Pekan Ini: Menakar Dampak Damai AS-Iran dan Rapat Suku Bunga

Qaplo
Qaplo
Senin, 15 Juni 2026 - 7.32 AM WIB
Proyeksi Rupiah Pekan Ini: Menakar Dampak Damai AS-Iran dan Rapat Suku Bunga
Reading Comfort
adjust the font size

Qaplo.com (Jakarta) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan bergerak fluktuatif namun memiliki peluang menguat pada pekan ini. Pelaku pasar tengah mencermati dua sentimen besar, yakni perkembangan kesepakatan damai antara AS dan Iran serta arah kebijakan suku bunga acuan dari bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dan Bank Indonesia (BI).

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, rupiah parkir di level Rp 17.860 per dolar AS. Posisi ini mencerminkan penguatan sebesar 0,72 persen setelah sempat tertekan hingga menembus Rp 18.200 per dolar AS pada awal Juni akibat keluarnya modal asing (capital outflow).

Sinyal Damai AS-Iran dan Pembukaan Selat Hormuz

Salah satu pendorong utama optimisme pasar adalah rencana penandatanganan kesepakatan damai antara AS dan Iran. Jika kesepakatan ini terealisasi, Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia akan kembali dibuka secara penuh. Langkah ini diyakini dapat menurunkan harga minyak mentah global dan meredakan tekanan inflasi.

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, menilai bahwa meredanya ketegangan geopolitik ini akan meningkatkan selera risiko investor untuk kembali masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurut proyeksinya, rupiah berpotensi menguat ke arah Rp 17.500 per dolar AS jika kesepakatan tersebut berjalan mulus.

Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed dan BI

Selain faktor geopolitik, fokus pasar pekan ini juga tertuju pada pertemuan penting The Fed dan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Kebijakan moneter kedua bank sentral ini akan menjadi jangkar pergerakan nilai tukar.

Ekonom Pasar Global Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, berharap The Fed mempertahankan suku bunga acuannya agar indeks dolar AS tidak semakin perkasa. Di sisi domestik, BI diharapkan juga mempertahankan BI Rate di level 5,5 persen, mengingat kondisi rupiah yang mulai stabil setelah ditopang oleh masuknya aliran modal asing ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Proyeksi Pergerakan Rupiah Sepekan

Myrdal memperkirakan rupiah berpotensi menguji level Rp 17.682 per dolar AS jika tren penguatan berlanjut. Namun, ia juga mengingatkan adanya rentang resistansi yang cukup lebar hingga Rp 18.221 per dolar AS jika ketidakpastian global kembali meningkat.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) diprediksi masih memiliki ruang penguatan. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut indeks dolar berpotensi bergerak dengan level support di 99,100 dan resistance di 100,700, yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik Timur Tengah serta proyeksi suku bunga AS.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait