JAKARTA — Gubernur Jakarta Pramono Anung menanggapi aksi aktivis Greenpeace yang membentangkan spanduk protes di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). Ia menyampaikan apresiasi terhadap aksi tersebut, tetapi mengingatkan agar ketertiban umum tidak terganggu.
Menurut Pramono, Indonesia adalah negara demokrasi sehingga penyampaian aspirasi lewat aksi adalah hal yang wajar dan dihormati. Namun ia berharap para aktivis segera turun dari patung dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat.
"Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum."
Pramono menambahkan, hari ini bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Bersama wakil gubernur, ia berharap seluruh aksi atau demonstrasi yang berlangsung hari ini berjalan tertib, aman, dan nyaman, serta aspirasi yang disampaikan dapat didengar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jakarta.
Enam aktivis dievakuasi petugas gabungan
Diketahui, enam aktivis Greenpeace — empat laki-laki dan dua perempuan — memanjat Patung Selamat Datang di Bundaran HI pada Selasa pagi. Aksi itu menyedot perhatian warga yang melintas di kawasan tersebut.
Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat kemudian mengevakuasi para aktivis dengan mengutamakan keselamatan mereka.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, seorang aktivis perempuan tampak lemas setelah turun dan langsung dibawa dengan ambulans ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis. Polisi juga akan meninjau rekaman CCTV untuk menelusuri waktu dan proses para aktivis memanjat patung.
Reynold menegaskan masyarakat tetap boleh menyampaikan pendapat di muka umum, tetapi harus menjaga ketertiban dan melindungi kawasan Bundaran HI yang merupakan cagar budaya.
Sumber: KOMPASTV


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda