Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kelakar saat menyapa jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dalam Sidang Kabinet Paripurna. Melihat deretan tokoh nasional yang berkumpul, ia menyebut pemandangan itu saja sudah membuat orang terkesima.
"Orang lihat ini saja, apalagi di TV, dilihat ke sana itu, ngeri," kata Prabowo, disambut suasana akrab. Ia kemudian menegaskan bahwa yang dimaksud adalah persatuan nasional: banyak tokoh dari latar berbeda kini duduk bersama membantu pemerintahan.
Prabowo menyebut kehadiran para tokoh itu sebagai kehormatan. Di antara nama yang ia sebut adalah Chairul Tanjung, Wiranto, dan Hatta Rajasa. Menurutnya, kebersamaan itulah modal penting menghadapi pekerjaan besar dan tantangan yang masih banyak.
Arah Kompas: Kekayaan untuk Bangsa Indonesia
Dalam paparan yang sama, Prabowo menegaskan arah pemerintahannya: mengonsolidasikan, mengamankan, dan mengelola kekayaan nasional agar tetap berada di tangan bangsa Indonesia. Ia menyebut sebagian kekayaan yang cukup besar selama ini tidak tinggal di Indonesia.
Ia menyoroti praktik penyelundupan, transfer pricing, dan under-invoicing yang masih berjalan. Karena itu, pemerintah mengambil langkah yang ia sebut sebagai upaya bertahan sebagai bangsa, termasuk kebijakan ekspor satu pintu.
"Kita terpaksa mengambil tindakan untuk survival kita sebagai bangsa."
Ekspor Satu Pintu Lewat DSI
Langkah yang dilaporkan Prabowo kepada MPR pada 20 Mei, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, adalah menerapkan ekspor satu pintu melalui DSI, yakni PT Danantara Sumber Daya Indonesia. Perusahaan BUMN itu akan memantau dan menyalurkan ekspor nasional.
Seluruh fraksi di MPR, kata Prabowo, menyetujui langkah tersebut secara vokal. Harapannya, kebocoran yang selama ini terjadi bisa diamankan, seiring capaian swasembada pangan dan langkah-langkah lain yang ia nilai sudah menunjukkan hasil.
"Jadi saya minta jangan kita minder lagi. Jangan kita (ragu). We are on the right track," ujarnya.
MBG Strategis, Pelanggaran Harus Dibersihkan
Prabowo juga menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersifat strategis dan vital bagi masa depan anak-anak Indonesia. Ia mengakui masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya dan meminta agar pelanggaran dibersihkan tanpa ragu.
"Jangan ragu-ragu, pecat, bersihkan, sampai bersih," kata Prabowo soal penindakan terhadap penyimpangan dalam program tersebut.
Koperasi, Rumah, Sekolah, dan Jembatan
Sejumlah capaian lain ikut dipaparkan. Koperasi Desa Merah Putih dilaporkan sudah 10 ribu unit yang operasional. Program bedah rumah disebut mencapai 440 ribu rumah, terbesar yang pernah dilakukan.
Renovasi sekolah dalam dua tahun disebut sudah hampir 90 ribu sekolah. Sementara Satgas Jembatan dilaporkan mendekati 5 ribu jembatan dalam satu tahun bekerja, menghubungkan lebih dari 12 ribu desa.
Di bidang kesehatan, pemerintah menganggarkan 66 rumah sakit daerah, dengan 22 di antaranya sudah jadi. Pemerintah juga menyiapkan mal pelayanan publik serta digitalisasi pemerintahan dan penyaluran bantuan sosial.
Menutup paparan, Prabowo menyinggung keterlambatan pasokan minyak di Bali yang menurutnya bukan karena stok tidak ada, melainkan distribusi. Ia memerintahkan Menteri ESDM, Direktur Utama Pertamina, dan Danantara meninjau kembali kontrak-kontrak terkait.
"Kita harus bekerja sebagai tim," kata Prabowo, seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan para tokoh nasional yang bergabung di Wantimpres.
Sumber: KompasTV


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda