Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih. Pada Kamis (15/10/2026), bertempat di Istana Negara Jakarta, Presiden melantik empat wakil menteri baru, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pimpinan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang baru dibentuk, serta merotasi jajaran pimpinan TNI.

Pelantikan ini didasarkan pada sejumlah Keputusan Presiden, yakni Keppres Nomor 42/M/2026 tentang pengangkatan wakil menteri, Keppres Nomor 113/P/2026 tentang Kepala BNPB, Keppres Nomor 43/M/2026 tentang BPGMN, serta Keppres Nomor 105 dan 106/TNI Tahun 2026 tentang rotasi pimpinan TNI. Prosesi pelantikan disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah pejabat tinggi negara.

Empat Wakil Menteri Baru

Empat pejabat yang dilantik sebagai wakil menteri adalah Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi; Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan; Dr. Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian; serta M. Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kepala BNPB dan Badan Baru

Kursi Kepala BNPB resmi diserahterimakan dari Letjen TNI Suharyanto kepada Letjen TNI Kristomei Sianturi. Sementara itu, lembaga baru BPGMN dipimpin Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko sebagai kepala, didampingi Mayjen TNI Sri Yanto sebagai wakil kepala.

Rotasi Pimpinan TNI

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo merotasi komando TNI. Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dilantik sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil, sedangkan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Perombakan ini menjadi reshuffle kedelapan sejak Prabowo dilantik sebagai Presiden pada Oktober 2024, dan hanya berselang dua pekan dari perombakan pada awal Oktober lalu.

Sumber: KajianOnline Daily