Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada negara-negara yang dinilainya kerap menghina dan memojokkan Indonesia terkait persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

"Dan bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan." — Presiden Prabowo Subianto

Presiden menegaskan penanganan karhutla akan dilakukan secara masif sekaligus diusut hingga tuntas. Ia memastikan pemerintah tidak lagi bertindak biasa-biasa saja terhadap pembakar hutan dan lahan.

"Dan kali ini maaf kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja. Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar." — Presiden Prabowo Subianto

Usut Korporasi, Libatkan TNI dan Intelijen

Prabowo memerintahkan kepolisian, Kejaksaan, dan Kementerian Kehutanan bekerja sama menyelidiki penyebab karhutla, dengan dukungan TNI serta unsur intelijen. Ia menilai kebakaran hutan dan lahan bukan murni disebabkan faktor alam, melainkan diduga kuat melibatkan manusia dan sejumlah korporasi.

Presiden menyebut pembakaran hutan dan lahan yang disengaja sebagai terorisme lingkungan sekaligus kejahatan terhadap kemanusiaan, karena membahayakan kesehatan jutaan rakyat.

Asap Capai Malaysia, Singapura, hingga Timor Leste

Kabut asap akibat karhutla belakangan menyebar ke negara-negara tetangga, yakni Malaysia, Singapura, dan Timor Leste. Lembaga pemantau independen Nusantara Atlas yang menganalisis data satelit mencatat lebih dari 1,9 juta hektare lahan terbakar sepanjang Januari hingga September.

Di Malaysia, seorang anggota parlemen bahkan berpidato dalam bahasa Jawa menuntut penanganan serius atas kabut asap yang setiap tahun mengganggu warga. Menanggapi sorotan itu, Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan terus-menerus direndahkan.

"Indonesia adalah bangsa yang sopan dan sabar. Negara kita sering dihina, tetapi percayalah, bangsa kita tidak mau terus-menerus dihina." — Presiden Prabowo Subianto

Sumber: Kompas TV