Prabowo Kumpulkan Menhaj dan Mendikti Saintek di Hambalang, Bahas Haji 2026 hingga Mineral KritisPrabowo Kumpulkan Menhaj dan Mendikti Saintek di Hambalang, Bahas Haji 2026 hingga Mineral Kritis

BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan penting di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (17/6/2026). Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara menerima sejumlah menteri Kabinet Merah Putih serta Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI untuk membahas evaluasi haji hingga perkembangan teknologi mineral kritis.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan ini adalah mendengarkan laporan langsung terkait pelaksanaan ibadah haji 1447 H atau tahun 2026 M. Penyelenggaraan haji tahun ini menjadi momentum penting karena merupakan kali pertama dikelola langsung oleh kementerian baru, yaitu Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Evaluasi Perdana Penyelenggaraan Haji oleh Kemenhaj
"Bapak Presiden hari ini memenuhi permohonan dari Komisi VIII, tim pengawas haji, dan Kementerian Haji untuk melaporkan pelaksanaan haji kita tahun 2026 ini," ujar Prasetyo Hadi kepada wartawan di Hambalang.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak. Kehadiran Timwas Haji DPR RI juga bertujuan memberikan catatan dan masukan objektif agar kualitas pelayanan jemaah haji Indonesia terus meningkat di masa mendatang.
Penguatan SDM dan Kerja Sama Mineral Kritis
Selain isu keagamaan, Presiden Prabowo juga memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto. Pertemuan ini membahas langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan yang sedang berjalan.
Pemerintah saat ini tengah fokus memperkuat sektor teknologi dan hilirisasi. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo meminta laporan perkembangan kerja sama terkait mineral kritis dan logam tanah jarang (rare earth elements) yang menjadi komoditas strategis masa depan Indonesia.
Langkah koordinasi di Hambalang ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengawal program-program prioritas secara langsung. Evaluasi cepat terhadap kementerian baru seperti Kemenhaj diharapkan mampu meminimalkan kendala operasional, sementara fokus pada mineral kritis mempertegas arah kebijakan ekonomi berbasis teknologi tinggi di era kepemimpinan Prabowo.

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda