Breaking
Memuat breaking news...

Prabowo dan PM Kanada Teleponan, Bahas Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Ekonomi Global

Qaplo
Qaplo
Kamis, 11 Juni 2026 - 3.20 PM WIB
Prabowo dan PM Kanada Teleponan, Bahas Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Ekonomi Global
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Qaplo.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pembicaraan via telepon dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney guna membahas situasi geopolitik global yang kian dinamis. Salah satu poin krusial yang menjadi fokus pembicaraan kedua pemimpin negara ini adalah eskalasi konflik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Informasi mengenai komunikasi bilateral ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, dalam pertemuan dengan media di kediamannya di Jakarta. Menurut Dutton, percakapan telepon tersebut berlangsung pada akhir pekan lalu dan menjadi bukti nyata dari semakin eratnya hubungan diplomatik antara Jakarta dan Ottawa.

Soroti Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Pasar Energi

Dalam pembicaraan tersebut, Presiden Prabowo dan PM Mark Carney menaruh perhatian serius pada situasi di Timur Tengah yang kembali memanas. Ketegangan geopolitik yang melibatkan aksi saling serang antara Israel dan Iran dikhawatirkan dapat mengganggu rantai pasok global, khususnya di sektor energi.

Dubes Jess Dutton menjelaskan bahwa kedua pemimpin secara khusus mendiskusikan bagaimana gejolak di kawasan tersebut dapat memengaruhi pasar energi global dan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Kanada. Langkah antisipatif dan penguatan kerja sama internasional dinilai penting untuk meminimalkan dampak negatif dari ketidakpastian global ini.

Akselerasi Kerja Sama Ekonomi lewat Kemitraan CEPA

Selain membahas isu keamanan global, Prabowo dan Carney juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat hubungan bilateral. Fokus utama pembahasan mengarah pada perluasan peluang investasi dan peningkatan volume perdagangan kedua negara.

Salah satu instrumen strategis yang dibahas adalah kelanjutan negosiasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia ke Amerika Utara, begitu pula sebaliknya.

Hubungan erat antara kedua pemimpin ini sebelumnya telah diperkuat melalui pertemuan tatap muka secara langsung pada September 2025 lalu, saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan resmi ke Ottawa, Kanada. Komunikasi intensif yang terus berlanjut ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk terus berkolaborasi di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait