Breaking
Memuat breaking news...

Portofolio Kredit UMKM BRI Tembus Rp1.211 Triliun, Terbesar di Indonesia

Redaksi
Redaksi
Rabu, 12 Agustus 2026 - 4.37 PM WIB
Portofolio Kredit UMKM BRI Tembus Rp1.211 Triliun, Terbesar di Indonesia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan portofolio kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekitar Rp1.211 triliun hingga akhir triwulan I 2026 — angka yang menjadikan BRI sebagai bank dengan portofolio kredit UMKM terbesar di Indonesia. Capaian ini menjadi bagian dari peran BRI di bawah Danantara Indonesia, lembaga pengelola investasi negara yang menaungi sejumlah BUMN strategis.

Di luar penyaluran kredit, BRI juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan UMKM yang sudah berjalan bertahun-tahun. Program Desa BRILiaN, misalnya, tercatat sudah menjangkau lebih dari 5.000 desa di seluruh Indonesia per Juni 2026, dengan fokus memperkuat ekonomi di tingkat desa.

Ada juga program KlasterkuHidupku, yang telah mengembangkan lebih dari 43.337 klaster usaha berbasis komunitas — pendekatan yang dipakai BRI untuk membangun ekosistem usaha produktif di tingkat akar rumput.

Di ranah digital, BRI mengoperasikan platform LinkUMKM sebagai wadah yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, dan berbagai layanan keuangan. Per Juni 2026, platform ini sudah dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM.

Selain itu, BRI mengoperasikan 54 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah sebagai pusat pelatihan bagi pelaku usaha. Dari fasilitas ini, BRI mencatat sudah menggelar lebih dari 18.000 pelatihan, dengan jumlah UMKM terdaftar mencapai 596.000.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyebut rangkaian program ini sebagai bagian dari peran BRI mendukung agenda Danantara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Di bawah supervisi Danantara Indonesia, BRI terus menjalankan peran strategisnya dalam mengakselerasi perekonomian nasional melalui penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif, khususnya UMKM. Kami meyakini bahwa pemberdayaan merupakan kunci agar pelaku usaha tidak hanya memiliki akses terhadap pembiayaan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," kata Akhmad dalam keterangan resmi, Rabu (12/8/2026).

Seluruh data dan angka di atas bersumber dari keterangan resmi BRI sendiri. Sejauh ini belum ada pembanding independen mengenai dampak riil program-program tersebut di lapangan — misalnya soal berapa banyak UMKM binaan yang benar-benar naik kelas, atau bagaimana kualitas kredit yang sudah disalurkan.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait