Kepolisian Greater Manchester menduga kelompok penjahat merekrut orang-orang rentan, termasuk anak-anak, untuk merusak rumah-rumah yang diduga sebagai rumah sewa bersama atau house in multiple occupation (HMO). Dalam beberapa pekan terakhir, puluhan properti menjadi sasaran, sebagian besar di Salford, serta di Stockport dan Tameside.
Polisi telah menerima sedikitnya 46 laporan terpisah tentang perusakan. Selain rumah, mobil-mobil di sekitar lokasi juga menjadi sasaran. Jendela-jendela dipecahkan, sementara dinding dan pintu dicoret grafiti bernada penolakan terhadap HMO.
Rumah-rumah itu diserang karena diyakini dihuni imigran atau pengungsi. Sebagian properti bahkan ternyata keliru diduga sebagai HMO.
Diduga dieksploitasi dan dibayar
Kepala Superintenden Marcus Noden mengatakan polisi menduga orang-orang rentan dieksploitasi dan dibayar untuk merusak bangunan yang mereka yakini sebagai HMO. Sebagian dari mereka diyakini masih anak-anak.
"Kami menduga orang-orang rentan dieksploitasi dan dibayar untuk merusak bangunan yang mereka yakini sebagai HMO. Sebagian dari mereka yang dieksploitasi diyakini adalah anak-anak." — Ch Supt Marcus Noden
Noden menegaskan rangkaian perusakan ini tidak akan dibiarkan. Seorang pria berusia 42 tahun ditangkap pada hari yang sama atas dugaan perusakan di sebuah alamat di Salford pada malam sebelumnya, dan masih ditahan untuk diperiksa.
Sebelumnya, Noden menyatakan aparat menanggapi rentetan perusakan ini dengan sangat serius dan terus memburu para pelaku, termasuk mereka yang diduga memanfaatkan anak-anak untuk mengorganisasi aksi kriminal tersebut.
Spanduk diturunkan, media sosial memicu serangan
Dewan Kota Salford juga telah menurunkan spanduk-spanduk di pinggir jalan yang bertuliskan penolakan terhadap HMO migran. Dalam pernyataannya, dewan kota menyampaikan kekhawatiran serius bahwa spanduk itu sangat mungkin menyebarkan misinformasi, memperburuk kohesi masyarakat, dan berpotensi memicu perilaku yang menghasut.
Polisi menyebut media sosial turut memicu serangan yang dimulai pada 5 Oktober tersebut, dengan platform daring dipakai untuk menyebarkan pesan ke berbagai wilayah. Unggahan berisi foto rumah-rumah yang dirusak menarik ratusan komentar, banyak di antaranya memuji serangan dan memprediksi kekerasan lanjutan.
Namun, sebagian komentar juga mengecam kampanye perusakan itu, termasuk dari para penyintas kekerasan dalam rumah tangga yang baru saja ditempatkan di HMO.
Empat orang ditangkap pekan ini
Empat orang telah ditangkap pekan ini terkait serangan-serangan tersebut. Pada Senin, seorang pria 46 tahun dan seorang pria 39 tahun ditangkap atas dugaan konspirasi melakukan perusakan, dan pada Rabu seorang pria 33 tahun juga ditangkap atas dugaan yang sama.
Polisi juga telah melakukan penangkapan-penangkapan sebelumnya terkait rentetan perusakan ini, termasuk terhadap seorang anak laki-laki berusia 13 tahun.
Sumber: The Guardian


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda