Di tengah gegap gempita pelantikan di Istana Negara, ada satu momen yang mencuri perhatian. Usai resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri pada Kamis (1/10/2026), Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung bersimpuh di hadapan sang ibunda — memeluk dan menciumnya.

Pria yang beberapa jam sebelumnya masih berpangkat komisaris jenderal itu tampak larut dalam haru. "Masyaallah," gumam para hadirin menyaksikan momen tersebut. Di pundaknya kini tersemat bintang empat, amanah terbesar dalam karier kepolisiannya yang dimulai dari Akademi Kepolisian 1994.

Diberi tahu pagi, dilantik sore

Dalam doorstop dengan wartawan, Suyudi mengungkapkan betapa kilatnya proses yang mengantarnya ke pucuk pimpinan Polri. Surat Presiden (Surpres) pengajuan namanya masuk ke DPR pada 30 September. Ia sendiri baru diberi tahu akan menjalani fit and proper test pada pagi harinya.

"Kami baru mendapatkan informasi tadi pagi, jadi kami langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan uji kelayakan," katanya. Beruntung, ia mengaku sudah memiliki konsep-konsep yang tinggal dimatangkan dalam waktu terbatas. Pagi itu ia diuji Komisi III, disetujui aklamasi, disahkan paripurna — sorenya dilantik Presiden.

Terima kasih untuk sang guru

Suyudi tak lupa menyebut orang-orang di balik pencapaiannya. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Guru yang telah membimbing dan memberikan banyak hal dalam karier kami, sehingga kami bisa di titik ini," ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepercayaan yang diberikan.

Program: konsolidasi dan "polisi bersama masyarakat"

Sebagai Kapolri baru, Suyudi memaparkan langkah awalnya: konsolidasi internal, melihat apa yang telah dilakukan pimpinan sebelumnya — yang baik dilanjutkan, yang kurang diperbaiki.

"Kita akan mengedepankan upaya-upaya peningkatan pelayanan publik, kemudian juga penegakan hukum, dan kami berupaya untuk bisa lebih dekat kepada masyarakat sesuai dengan program kerja kami yaitu polisi bersama masyarakat," katanya. "Memang sejatinya polisi harus selalu dekat dengan masyarakat, harus berada di tengah-tengah masyarakat."

Ia juga menyebut arahan Presiden yang diterimanya, termasuk dalam rapat sehari sebelumnya yang membahas rehabilitasi pengguna narkotika dan masalah overcapacity lembaga pemasyarakatan. "Bapak Presiden selalu mengingatkan kami, terutama terkait masalah-masalah narkotika, kemudian penyelundupan, judi online, dan hal-hal lain yang menjadi keresahan di tengah masyarakat," ujarnya. Arahan itu, tegasnya, akan dilanjutkan dalam kerjanya sebagai Kapolri — termasuk reformasi internal di tubuh Polri.

Dari seorang perwira yang pagi harinya masih menyiapkan bahan uji kelayakan, kini Suyudi memikul amanah memimpin ratusan ribu personel Bhayangkara. Dan momen pertamanya sebagai Kapolri ia pilih untuk bersimpuh — di hadapan ibunya.