Polda Sumut Perkuat Strategi Humas di Era Digital, Dorong Transparansi InformasiPolda Sumut Perkuat Strategi Humas di Era Digital, Dorong Transparansi Informasi

MEDAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mulai memperketat standar komunikasi publik di lingkungan kepolisian. Langkah ini diambil guna merespons masifnya penggunaan media sosial dan dinamisnya arus informasi digital yang kerap memengaruhi persepsi masyarakat terhadap institusi Polri.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa peran humas kini tidak lagi sekadar menjadi juru bicara, melainkan sebagai fungsi manajemen strategis. Humas bertanggung jawab penuh dalam membangun, memelihara, dan memperkuat hubungan kepolisian dengan masyarakat melalui komunikasi yang terencana serta tepercaya.
"Keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh kinerja di lapangan, tetapi juga bagaimana organisasi tersebut mampu membangun komunikasi, menghadirkan transparansi, serta menciptakan kepercayaan publik," ujar Ferry saat berbicara dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Humas Polda Sumut Tahun 2026 di Medan, Kamis (18/6/2026).
Tuntutan Kecepatan dan Akurasi Informasi
Ferry menambahkan, kehadiran platform digital menjadi sarana krusial untuk mempercepat penyampaian informasi dan memperluas jangkauan edukasi ke masyarakat. Kendati demikian, kecepatan tersebut tidak boleh mengorbankan validitas data yang disampaikan ke publik.
Redaksi mencatat bahwa di tengah maraknya fenomena disinformasi atau hoaks di media sosial, tuntutan terhadap akurasi informasi dari institusi penegak hukum menjadi semakin tinggi.
Oleh karena itu, personel humas di jajaran Polda Sumut diwajibkan menyajikan informasi secara sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat luas tanpa mengurangi substansi perkara atau penanganan hukum yang sedang berjalan.
Kombinasi Kompetensi dan Pendekatan Humanis
Melalui momentum Rakernis 2026 ini, seluruh jajaran humas di Polres maupun Satker di bawah Polda Sumut diminta untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Ada tiga poin utama yang ditekankan untuk dimiliki oleh setiap personel, yaitu kemampuan komunikasi yang baik, penampilan profesional, dan kecerdasan emosional yang matang.
"Personel humas harus hadir sebagai solusi dalam setiap persoalan komunikasi. Hubungan yang baik dengan insan pers, komunitas digital, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi publik yang sehat," kata Ferry.
Polda Sumut berharap, penguatan kapasitas digital dan pendekatan yang lebih humanis ini dapat menyukseskan program-program pemerintah, sekaligus memastikan pelayanan informasi publik berjalan secara modern dan akuntabel.

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda