Breaking
Memuat breaking news...

Pohon Tumbang Timpa Mobil di Jalur Banda Aceh-Medan, Tujuh Penumpang Tewas di Pidie

Redaksi
Redaksi
Rabu, 12 Agustus 2026 - 4.01 PM WIB
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Jalur Banda Aceh-Medan, Tujuh Penumpang Tewas di Pidie
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Tujuh orang meninggal dunia setelah pohon kedondong di pinggir Jalan Lintas Banda Aceh-Medan tumbang dan menimpa mobil pikap yang mereka tumpangi. Kecelakaan terjadi di Gampong Tanjong Kreung, Kecamatan Pidie, Selasa malam (11/8/2026) sekitar pukul 20.15 WIB.

Berdasarkan keterangan awal Kapolres Pidie melalui Kasatlantas Polres Pidie AKP Aiyub Sami, mobil Suzuki Carry pick up bernomor polisi BL 8160 AN itu dikemudikan Rahmad Hidayat, 30, dari arah Banda Aceh menuju Medan. Saat melintas di lokasi kejadian, cuaca sedang hujan disertai angin kencang. Tiba-tiba pohon kedondong di pinggir jalan tumbang dan menimpa kendaraan, hingga mengalami kerusakan berat.

Tujuh korban meninggal dunia — seluruhnya penumpang dan warga Gampong Puli, Kecamatan Pidie — yakni Fatimah Wati (50), Zainabon (57), Nurma Husen (50), Rafasah (60), Halimah (68), Salhiah (76), dan Zubaidah (68). Sementara pengemudi Rahmad Hidayat bersama empat penumpang lain — Safwan (70), Muhammad Kausar (6), Huwaidi (10), dan Ahmad Syahir (11) — mengalami luka berat.

Petugas telah mengevakuasi seluruh korban dan kendaraan yang tertimpa pohon. Mobil pikap tersebut kini diamankan sebagai barang bukti dalam penanganan kasus ini.

Selain duka, insiden ini juga memunculkan pertanyaan hukum: siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan dan pemeliharaan pohon di ruang milik jalan nasional. Praktisi Hukum dan Kebijakan Publik, Muharamsyah, menilai kejadian ini tidak semestinya langsung dianggap sekadar musibah alam tanpa memeriksa aspek kewajiban hukum pihak berwenang.

"Ketika sebuah pohon yang berada di ruang milik jalan nasional tumbang dan menyebabkan korban jiwa, pertanyaan hukumnya adalah apakah kewajiban pemeliharaan, pengawasan dan mitigasi risiko sudah dijalankan secara patut oleh pihak yang berwenang. Ini harus diperiksa secara objektif," kata Muharamsyah.

Ia menegaskan, jika dalam pemeriksaan nanti ditemukan bahwa kondisi pohon sebelumnya memang sudah diketahui atau seharusnya bisa diketahui berpotensi membahayakan, namun tidak ada tindakan pencegahan, maka dugaan kelalaian dan pertanggungjawaban hukum perlu ditelusuri lebih jauh. Ia meminta agar kejadian semacam ini tidak buru-buru dicap sebagai takdir tanpa memeriksa apakah ada kewajiban hukum yang diabaikan.

Karena pohon yang tumbang berada di ruang milik jalan nasional — bagian dari fasilitas publik — Muharamsyah meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pohon-pohon di sepanjang jalur Banda Aceh-Medan.

Ia juga meminta aparat penegak hukum tidak menutup kemungkinan melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi kelalaian, mencakup riwayat pemeliharaan pohon dan pembagian kewenangan antarinstansi pengelola jalan.

Muharamsyah turut menyoroti hak keluarga korban, termasuk memastikan mereka mendapat bantuan atau santunan sesuai ketentuan yang berlaku, serta informasi transparan soal penyebab kejadian.

"Tujuh nyawa telah hilang. Karena itu, negara harus hadir bukan hanya setelah kejadian, tetapi juga memastikan ada evaluasi dan pertanggungjawaban. Keselamatan pengguna jalan adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan," tegasnya.

Ia mendesak agar pemerintah segera memetakan dan memeriksa pohon-pohon tua atau rapuh di sepanjang jalur Banda Aceh-Medan yang berpotensi tumbang, sebelum menimbulkan korban lagi.

"Jangan menunggu korban berikutnya baru dilakukan penanganan. Tragedi ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan dan pemeliharaan jalan," ujarnya.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait