Breaking
Memuat breaking news...

Pilot PT AMA Tewas di Yahukimo Dievakuasi, DPR Desak Pengamanan Penerbangan di Papua

Qaplo
Qaplo
Jumat, 3 Juli 2026 - 5.53 PM WIB
Pilot PT AMA Tewas di Yahukimo Dievakuasi, DPR Desak Pengamanan Penerbangan di Papua
ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA - Proses evakuasi jenazah Kapten Pilot Nicholas F. Goselin, pilot berkebangsaan Amerika Serikat yang menerbangkan pesawat Pilatus PK-RCY milik PT AMA, berhasil dilakukan TNI pada Jumat (3/7). Evakuasi tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah insiden penyerangan terhadap pesawat saat mendarat di Bandara Ipdeheik, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, sehari sebelumnya. Peristiwa ini tidak hanya menjadi perhatian aparat keamanan, tetapi juga memicu respons dari DPR RI yang meminta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap penerbangan sipil di Papua.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan jenazah korban dievakuasi menggunakan helikopter TNI setelah situasi di sekitar lokasi dinyatakan aman. Saat ini jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit TNI AD Timika untuk proses pemulasaraan sebelum diserahkan kepada keluarga dan pihak PT AMA.

Menurut Lucky, keberhasilan evakuasi tidak terlepas dari upaya Satgas TNI yang lebih dahulu mengamankan wilayah sekitar lokasi kejadian. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan warga setempat yang turut membantu menjaga situasi tetap kondusif selama proses evakuasi berlangsung.

Selain mengevakuasi jenazah pilot, aparat memastikan tujuh penumpang pesawat berhasil diamankan. Mereka adalah Eston Sibolim, Kwenang Sobolim, Tonu Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Faince Amohoso.

Berdasarkan keterangan resmi TNI, Nicholas menjadi korban saat pesawat yang dipilotinya mendarat di Bandara Ipdeheik pada Kamis (2/7). TNI menyebut serangan dilakukan oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Pernyataan tersebut disampaikan berdasarkan keterangan resmi yang diterima TNI, sementara perkembangan penyelidikan masih terus berlangsung.

Lucky menegaskan TNI akan tetap menjalankan operasi sesuai ketentuan hukum dan aturan pelibatan (rules of engagement) yang berlaku. Ia mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasi keamanan, sekaligus mengajak kelompok bersenjata menghentikan aksi kekerasan dan kembali menempuh jalur damai.

Perkembangan kasus ini turut mendapat perhatian Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini. Menurutnya, serangan terhadap pesawat sipil menunjukkan bahwa ancaman keamanan di Papua Pegunungan kini tidak lagi hanya menyasar aparat negara, tetapi juga mulai mengganggu jalur transportasi yang menjadi tumpuan aktivitas masyarakat.

Amelia menilai insiden tersebut memiliki dampak strategis karena sebagian wilayah di Papua Pegunungan hanya dapat dijangkau melalui transportasi udara. Apabila operasional penerbangan terganggu, distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan pokok masyarakat berpotensi ikut terhambat.

Ia juga mengingatkan bahwa pesawat yang melayani masyarakat maupun misi kemanusiaan merupakan objek sipil yang harus mendapatkan perlindungan. Karena itu, pemerintah diminta memperkuat koordinasi antara TNI, Polri, unsur intelijen, dan pemerintah daerah agar pengamanan jalur penerbangan di daerah rawan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Selain penguatan keamanan, Amelia mendorong agar operasi yang sedang berlangsung tetap mengutamakan penyelamatan korban, pengamanan lokasi, serta peningkatan kemampuan intelijen sebelum penerbangan menuju wilayah dengan tingkat risiko tinggi. Menurutnya, langkah antisipatif tersebut penting untuk mengurangi potensi gangguan terhadap penerbangan perintis.

Penerbangan Perintis Menjadi Akses Utama Masyarakat

Di banyak wilayah pegunungan Papua, pesawat perintis merupakan sarana transportasi utama karena akses jalan darat masih sangat terbatas. Jalur udara tidak hanya digunakan untuk mengangkut penumpang, tetapi juga mendistribusikan bahan pangan, obat-obatan, tenaga kesehatan, perlengkapan pendidikan, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Karena itu, gangguan terhadap keamanan penerbangan memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar terganggunya aktivitas transportasi. Apabila penerbangan perintis berhenti beroperasi, masyarakat di sejumlah daerah terpencil berisiko mengalami keterlambatan pasokan logistik dan layanan publik yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Situasi tersebut menjadi alasan mengapa pemerintah didorong untuk memastikan keamanan penerbangan tetap terjaga. Selain mendukung penegakan hukum, stabilitas keamanan juga menjadi faktor penting agar pelayanan publik dan pembangunan di wilayah pedalaman Papua dapat terus berjalan tanpa hambatan.

sumber : antara

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait