Sebuah pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI 2030 melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Jaipur, India, pada Rabu (14/10/2026) pagi waktu setempat. Pesawat yang mengudara dari Frankfurt, Jerman, menuju New Delhi itu dialihkan setelah pilot memberikan sinyal kode pembajakan.

Sumber Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA) menyebut pesawat jenis Boeing 787-9 tersebut berhasil mendarat dengan selamat di Jaipur. Pesawat kemudian dipindahkan ke area isolasi khusus untuk menjalani pemeriksaan keamanan menyeluruh.

Kode Transponder 7500

Menurut sumber DGCA, pilot pesawat memberikan kode transponder 7500, yang merupakan kode penerbangan yang diakui secara internasional untuk menandakan situasi pembajakan atau gangguan melawan hukum dalam penerbangan.

Kode darurat itu diterima operator Air Traffic Control (ATC) India dan langsung ditindaklanjuti dengan mengalihkan penerbangan yang semula bertujuan New Delhi ke Jaipur.

Pemeriksaan Ketat di Area Isolasi

Setelah mendarat, pesawat diarahkan ke area isolasi khusus. Pilot dan seluruh penumpang diturunkan secara bertahap di bawah pengawasan ketat aparat keamanan, kemudian menjalani pemeriksaan beserta bagasi mereka.

Operasi pengamanan itu melibatkan tim lapangan Pasukan Anti-Teror (ATS), badan keamanan bandara, dan kepolisian setempat. Setelah pemeriksaan selesai, pesawat dinyatakan aman oleh otoritas India dan para penumpang diperkirakan akan kembali melanjutkan penerbangan dengan pesawat yang sama.

Rumor Ancaman Bom Dibantah

Insiden ini sempat diwarnai rumor adanya ancaman bom. Namun seorang pejabat bandara setempat membantah rumor tersebut.

"Itu adalah rumor pembajakan, bukan ancaman bom. Masih terlalu dini untuk memberikan komentar resmi mengenai masalah ini. Penyelidikan sedang berlangsung," ujar pejabat bandara tersebut.

Otoritas penerbangan sipil India kini menyelidiki lebih lanjut insiden itu, terutama pemicu yang mendorong pilot memberikan kode pembajakan.

Sumber: Pilot Beri Kode Dibajak, Air India Mendarat Darurat — Detik.com