Breaking
Memuat breaking news...

Pesawat Wisata Jatuh di Nazca, Peru: 13 Orang Tewas, Penyebab Masih Diselidiki

Redaksi
Redaksi
Minggu, 2 Agustus 2026 - 6.00 AM WIB
Pesawat Wisata Jatuh di Nazca, Peru: 13 Orang Tewas, Penyebab Masih Diselidiki
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Sebuah pesawat kecil yang membawa wisatawan jatuh di area pertanian di Provinsi Nazca, Peru, pada Sabtu (1/8) siang waktu setempat. Seluruh 13 orang di dalamnya, terdiri dari 11 penumpang dan dua kru pesawat, tewas dalam insiden tersebut.

Pesawat itu tengah menjalankan penerbangan wisata untuk memperlihatkan Garis Nazca, geoglif raksasa berusia ribuan tahun yang menjadi salah satu situs Warisan Dunia UNESCO paling terkenal di Peru. Insiden terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat, tak lama sebelum pesawat dijadwalkan kembali ke titik keberangkatannya.

Pesawat jenis Cessna 208B Grand Caravan dengan nomor registrasi OB-2001 ini lepas landas dari Bandara Pisco, di Provinsi Ica, dengan tujuan terbang mengelilingi kawasan geoglif Nazca. Menurut laporan media lokal RPP, hanya beberapa menit setelah lepas landas, pesawat kehilangan kontak dengan menara pengawas.

Pesawat kemudian jatuh di kawasan Pueblo Viejo, sekitar enam kilometer dari kota Nazca dan sekitar 12 kilometer dari situs Garis Nazca itu sendiri. Video yang beredar dari lokasi kejadian memperlihatkan petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke arah bangkai pesawat yang mengeluarkan asap tebal. Kobaran api yang cepat membesar disebut menjadi salah satu alasan tidak ada korban yang berhasil diselamatkan.

Kepolisian setempat, melalui Komisaris Polisi Jorge Andrade, menyampaikan bahwa akibat parahnya kecelakaan ini, tidak ada satu pun penumpang maupun kru yang selamat. Ia mengonfirmasi bahwa proses evakuasi jenazah dari lokasi kejadian sempat berjalan bertahap karena kondisi bangkai pesawat yang hangus.

Berdasarkan laporan Kementerian Perdagangan dan Pariwisata Peru serta media lokal RPP dan Infobae, 11 penumpang dalam pesawat tersebut merupakan wisatawan asing, dengan rincian tujuh orang berkewarganegaraan Italia, dua orang Jerman, dan dua orang Spanyol. Pilot dan co-pilot yang turut menjadi korban keduanya berkewarganegaraan Peru.

Perlu dicatat, rincian kewarganegaraan ini masih berdasarkan laporan awal dari otoritas dan media setempat. Identitas resmi masing-masing korban, termasuk nama lengkap, belum diumumkan hingga artikel ini disusun.

Pesawat tersebut merupakan milik Aerodiana, maskapai lokal Peru yang menurut situs resminya telah mengoperasikan penerbangan wisata di atas Garis Nazca selama 14 tahun terakhir menggunakan armada Cessna Grand Caravan. Pihak Aerodiana sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini.

Pemerintah Kota Provinsi Nazca mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut, sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Dalam pernyataan yang sama, otoritas kota menegaskan bahwa proses investigasi penyebab kecelakaan serta pengawasan operasional penerbangan berada di bawah kewenangan lembaga terkait, yang nantinya akan menentukan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku.

Soal apa yang menyebabkan pesawat kehilangan kontak dan jatuh, hingga kini belum ada penjelasan resmi. Yang menarik dicatat, penerbangan wisata di atas Garis Nazca dari Bandara Maria Reiche sempat dihentikan sementara pada Jumat (31/7), sehari sebelum kecelakaan, akibat angin kencang berkecepatan lebih dari 40 kilometer per jam yang menimbulkan debu dan mengurangi jarak pandang.

Dua pesawat lain bahkan dilaporkan harus mengalihkan pendaratan ke Bandara Marcona akibat kondisi angin tersebut. Namun demikian, belum ada konfirmasi resmi apakah faktor cuaca turut berperan dalam kecelakaan yang terjadi keesokan harinya ini. Otoritas penerbangan sipil Peru dilaporkan tengah menyelidiki penyebab pastinya.

Garis Nazca memang paling ideal dinikmati dari udara, karena bentuk gambar-gambar raksasa seperti monyet, burung kolibri, dan kucing pada permukaan gurun hanya bisa terlihat jelas dari ketinggian. Popularitas inilah yang membuat penerbangan wisata singkat, biasanya sekitar 30 menit, menjadi daya tarik utama di kawasan ini.

Sayangnya, insiden pesawat jatuh bukan hal baru di kawasan tersebut. Pada Februari 2022, sebuah Cessna 207 milik maskapai Aerosantos jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Maria Reiche, menewaskan tujuh orang, terdiri dari lima wisatawan asal Chili dan Belanda serta dua kru pesawat.

Sebelumnya pada Oktober 2010, pesawat milik AirNasca jatuh di area yang sama dan menewaskan enam orang, yakni empat wisatawan asal Inggris beserta dua kru berkewarganegaraan Peru.

Rentetan insiden ini pernah memunculkan sorotan terhadap pengawasan armada pesawat kecil yang beroperasi di kawasan Nazca, mengingat sebagian pesawat yang digunakan untuk penerbangan wisata tergolong berusia cukup tua. Meski begitu, belum ada data resmi terbaru yang menyebutkan usia maupun riwayat perawatan pesawat Aerodiana yang jatuh pada Sabtu lalu.

Hingga kini, proses investigasi masih berlangsung, dan otoritas Peru belum memberikan perkiraan waktu kapan penyebab pasti kecelakaan ini akan diumumkan ke publik.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait