Breaking
Memuat breaking news...

Penembakan di Rumah Duka Bangkok: Satu Tewas, Pelaku Ditemukan Tewas Bunuh Diri usai Dikepung Polisi

Redaksi
Redaksi
Minggu, 2 Agustus 2026 - 5.27 PM WIB
Penembakan di Rumah Duka Bangkok: Satu Tewas, Pelaku Ditemukan Tewas Bunuh Diri usai Dikepung Polisi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Insiden penembakan mengguncang prosesi doa jenazah di Kuil Bueng Thong Lang, Distrik Bang Kapi, Bangkok, Thailand, pada Sabtu (1/8) sore waktu setempat. Satu orang tewas dan dua lainnya terluka setelah seorang pria melepaskan tembakan ke arah kerumunan pelayat yang tengah mengikuti prosesi doa di Paviliun 16 kuil tersebut.

Perkembangan terbaru yang dilaporkan Bangkok Post pada Minggu (2/8) menyebutkan, pelaku yang sempat melarikan diri usai kejadian akhirnya ditemukan tewas dini hari yang sama, diduga akibat bunuh diri, setelah polisi mengepung tempat persembunyiannya.

Kronologi Penembakan

Melansir Thai PBS World, penembakan terjadi sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku yang mengenakan kaus hitam dan berambut panjang tiba dengan mengendarai sepeda motor Honda Forza berwarna biru. Ia berhenti di depan paviliun tempat prosesi doa berlangsung, sebelum melepaskan beberapa tembakan ke arah kerumunan pelayat.

Satu orang dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, sementara dua korban lainnya mengalami luka tembak di bagian kaki kanan dan kiri. Petugas penyelamat segera mengevakuasi kedua korban luka ke Rumah Sakit Nopparat Rajathanee untuk mendapat perawatan medis. Usai melepaskan tembakan, pelaku langsung melarikan diri dengan sepeda motornya menuju pintu keluar kuil.

Polisi dari Kantor Kepolisian Ladprao bersama tim forensik dan petugas penyelamat langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kejadian, memasang garis polisi di sekitar rumah duka untuk mengamankan tempat kejadian perkara sekaligus mengumpulkan barang bukti.

Pelaku Ditemukan Tewas Usai Baku Tembak dengan Polisi

Menurut laporan Bangkok Post, pelaku kemudian teridentifikasi sebagai Noparat Muhammad Aree, yang juga dikenal dengan nama panggilan "Bang San", berusia 23 tahun. Usai penembakan, ia diketahui melarikan diri bersama istrinya menuju apartemen sewaan mereka.

Polisi berhasil melacak keberadaan keduanya dan mengepung lokasi tersebut dini hari Minggu. Sekitar pukul 02.14 dini hari waktu setempat, petugas yang mengepung lokasi mendengar dua kali suara tembakan dari dalam apartemen. Tak lama setelah itu, istri pelaku keluar dari apartemen sambil menangis dan memberi tahu polisi bahwa suaminya telah menembak dirinya sendiri.

Pelaku segera dilarikan ke Rumah Sakit Synphaet Ramintra, namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 03.45 dini hari. Menurut keterangan Pol Lt Gen Sayam, yang menangani kasus ini, pelaku diketahui memiliki konflik pribadi dengan pria yang ia tembak di kuil tersebut. Namun, rincian lebih jauh soal konflik yang melatarbelakangi penembakan ini belum diungkap secara terbuka, dan pihak kepolisian menyebut penyelidikan masih terus berlangsung.

Sejauh ini, kepolisian Thailand belum merilis keterangan resmi lebih lanjut mengenai identitas korban maupun hubungan pastinya dengan pelaku, di luar konfirmasi soal adanya konflik pribadi di antara keduanya.

Meski Thailand menerapkan regulasi kepemilikan senjata api yang relatif ketat dibanding banyak negara lain, insiden kekerasan bersenjata di ruang publik tetap sesekali terjadi di negara tersebut, mulai dari penembakan di pusat perbelanjaan hingga insiden di fasilitas umum lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Kasus penembakan di rumah duka ini menambah daftar insiden serupa yang kembali memunculkan sorotan terhadap akses senjata api ilegal di tengah masyarakat, sekalipun motif di balik kasus ini tampaknya lebih mengarah pada konflik personal antarindividu ketimbang kekerasan acak terhadap publik.

Hingga artikel ini disusun, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari kepolisian Thailand mengenai hasil akhir penyelidikan kasus ini, termasuk detail lengkap soal asal-usul konflik antara pelaku dan korban.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait