Breaking
Memuat breaking news...

Pemerintah Tambah Kuota Batu Bara untuk PLN, Pasokan Listrik Nasional Lebih Terjamin

Qaplo
Qaplo
Sabtu, 11 Juli 2026 - 6.25 AM WIB
Pemerintah Tambah Kuota Batu Bara untuk PLN, Pasokan Listrik Nasional Lebih Terjamin
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA - Pemerintah menyetujui tambahan kuota produksi batu bara khusus bagi PT PLN (Persero) untuk memastikan operasional pembangkit listrik tetap berjalan optimal sekaligus menekan risiko gangguan pasokan listrik. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional di tengah tingginya kebutuhan energi.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, mengatakan tambahan kuota tersebut hanya dialokasikan untuk PLN. Menurutnya, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan batu bara di dalam negeri tanpa menciptakan kelebihan produksi yang berpotensi membebani pasar ekspor.

"Kita harus memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memastikan tidak terjadi kelebihan pasokan," ujar Tri, Jumat (11/7).

Ia menjelaskan pembatasan produksi secara berlebihan dapat memengaruhi ketersediaan bahan bakar bagi pembangkit listrik. Sebaliknya, produksi yang tidak terkendali juga berisiko menimbulkan surplus yang dapat memengaruhi keseimbangan pasar.

Untuk mendukung perencanaan produksi, pemerintah meminta perusahaan tambang yang memenuhi persyaratan segera mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebelum 31 Juli. Dokumen tersebut menjadi acuan dalam menetapkan volume produksi sekaligus memastikan kebutuhan batu bara domestik tetap terpenuhi.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengatakan perusahaan terus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan nasional, khususnya di Pulau Jawa yang menjadi wilayah dengan konsumsi listrik terbesar di Indonesia.

Sebagai langkah jangka pendek, PLN telah mengamankan batu bara dengan nilai kalori di atas 4.500 kilokalori per kilogram (kcal/kg).

Perseroan memperkirakan tambahan pasokan mencapai sekitar 1,8 juta ton sepanjang Juli, kemudian bertambah sekitar 3 juta ton pada periode Agustus hingga Desember guna menjaga operasional pembangkit tetap stabil.

Selain memperkuat cadangan bahan bakar, PLN juga melakukan modifikasi pada sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) agar mampu menggunakan batu bara dengan nilai kalori yang lebih rendah.

Langkah tersebut memberi fleksibilitas dalam pengadaan bahan bakar sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap batu bara berkalori tinggi yang pasokannya lebih terbatas.

Darmawan mencontohkan peningkatan kemampuan Unit 6 dan Unit 7 PLTU Suralaya. Kedua unit kini dapat beroperasi menggunakan batu bara dengan nilai kalori sekitar 4.100 hingga 4.300 kcal/kg, lebih rendah dibandingkan kebutuhan awal yang mencapai 4.600 hingga 4.800 kcal/kg.

Batu bara masih menjadi sumber energi utama bagi sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia. Karena itu, kepastian ketersediaan bahan bakar menjadi faktor penting untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi rumah tangga, industri, maupun sektor usaha.

Di sisi lain, kemampuan PLTU memanfaatkan batu bara dengan spesifikasi yang lebih beragam membuat pengelolaan pasokan menjadi lebih fleksibel. Kebijakan penambahan kuota produksi yang diimbangi pengawasan melalui RKAB juga membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi nasional dan pengelolaan produksi batu bara, sehingga keandalan sistem kelistrikan dapat tetap terjaga tanpa mendorong surplus produksi.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait