Investasi Hilirisasi Tembus Rp300 Triliun, Ini Tiga Strategi Andalan Pemerintah
Pemerintah Indonesia menegaskan tiga strategi utama untuk mendorong investasi hilirisasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di seluruh Tanah Air: perencanaan strategis, eksekusi yang lebih ringkas, serta insentif yang kompetitif.
Tiga Pilar Strategi Hilirisasi
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, dalam pernyataannya Jumat lalu, menjelaskan bahwa menarik modal yang berkelanjutan mengharuskan pemerintah memastikan investasi yang masuk tetap kompetitif, sekaligus mendorong kemajuan teknologi. Menurutnya, peran Kementerian Investasi dan Hilirisasi pada dasarnya berkutat pada tiga hal: perencanaan strategis, cara mengeksekusi rencana tersebut secara efektif, dan pemberian insentif yang tepat.
Ia menekankan bahwa modal asing maupun domestik harus diarahkan ke sektor-sektor yang benar-benar strategis, seperti pembangunan fasilitas produksi, alih teknologi, riset dan inovasi, hingga penguasaan proses manufaktur yang kompleks.
Peta Jalan 28 Komoditas di Delapan Sektor Prioritas
Dalam kerangka perencanaan strategisnya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi telah memetakan peluang investasi pada 28 komoditas di delapan sektor prioritas, lewat dokumen bertajuk Strategic Investment Downstreaming Roadmap (Peta Jalan Investasi Hilirisasi Strategis).
Inisiatif ini diperkirakan membuka potensi investasi hingga 618,1 miliar dolar AS, sekaligus berpotensi menciptakan tiga juta lapangan kerja baru.
Reformasi Perizinan untuk Percepat Eksekusi
Untuk memperbaiki sisi eksekusi dan memberikan kepastian berusaha, pemerintah terus melakukan reformasi berbagai kebijakan perizinan. Salah satunya lewat penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, serta mengintegrasikan seluruh layanan perizinan lewat sistem Online Single Submission (OSS).
Reformasi kebijakan ini bertujuan menghilangkan tumpang tindih kewenangan antarlembaga, menyederhanakan proses perizinan, sekaligus memberikan kepastian regulasi yang lebih baik bagi para investor.
Selain penyederhanaan regulasi, pemerintah juga menggelontorkan beragam insentif fiskal yang lebih terarah, mulai dari tax holiday, tax allowance, fasilitas master list, hingga skema pengurangan pajak super (super tax deduction), untuk menarik proyek-proyek hilirisasi bernilai tinggi dan berkelanjutan.
Hasil Nyata: Realisasi Investasi Naik 6,9 Persen
Strategi ini disebut sudah membuahkan hasil nyata. Realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun (sekitar 19 miliar dolar AS) sepanjang semester pertama 2026 — setara 29,7 persen dari total investasi nasional, dan tumbuh 6,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi motor utama realisasi ini, menyumbang Rp212,8 triliun (13,4 miliar dolar AS) atau 70,9 persen dari total realisasi investasi hilirisasi. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi Rp87,3 triliun (5,5 miliar dolar AS), atau 29,1 persen sisanya.
Yang menarik, sebanyak 75,7 persen dari total investasi hilirisasi — setara Rp227,3 triliun (14,3 miliar dolar AS) — justru terealisasi di luar Pulau Jawa, menunjukkan kontribusi sektor ini terhadap pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.


Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda