Pekan tengah bulan Oktober menghadirkan deretan laga besar Eropa. Setelah PSG menjamu Barcelona pada Selasa malam, sorotan beralih ke Allianz Arena pada Rabu, tempat Bayern Munchen menerima kedatangan Arsenal.

Tuan rumah datang dengan reputasi lini serang paling mengerikan di Eropa. Bayern telah mencetak 30 gol musim ini, hanya kalah dari Barcelona di antara lima liga top Eropa, dan mencetak gol dalam 23 laga beruntun di Liga Champions. Delapan pertandingan terakhir mereka menghasilkan 44 gol, rata-rata 5,5 gol per laga.

Namun Arsenal bukan lawan biasa. The Gunners meraih enam kemenangan dari tujuh laga Premier League dan dua-duanya di Liga Champions, dengan rata-rata 2,66 poin per laga, lebih baik dari Bayern yang 2,25. Kemenangan tipis 1-0 di kandang Nottingham Forest akhir pekan lalu menunjukkan karakter khas mereka: selalu menemukan cara untuk menang.

Arsenal juga dibantu situasi tuan rumah yang pincang. Bayern dipastikan kehilangan Jamal Musiala yang cedera, sementara Michael Olise absen karena kartu merah yang diterimanya pekan lalu.

Carrick di Ujung Tanduk

Manchester United bertandang ke Como dalam laga paling indah di Liga Champions musim ini. Michael Carrick menyebut hasil imbang 1-1 melawan Leeds akhir pekan lalu sebagai "awal yang baru" setelah pekan penuh gejolak, tetapi United tetap mencatatkan start terburuk dalam 40 tahun.

Di tepi danau Como, tim asuhan Cesc Fabregas yang menghuni peringkat kelima Serie A siap memberikan ujian sesungguhnya. Fabregas, mantan rival Carrick di lini tengah, sedang membangun reputasi sebagai pelatih menjanjikan, sementara Carrick kembali dipinjamkan waktu.

Sage dan Wirtz Jadi Sorotan

Pierre Sage berada dalam tekanan besar di Crystal Palace usai kekalahan telak 5-0 dari Brighton, kekalahan terburuk dalam 70 tahun. Sang pelatih asal Prancis mengaku bertanggung jawab penuh dan membutuhkan hasil bagus melawan Besiktas di Liga Europa untuk membungkam keraguan.

Sementara itu, Florian Wirtz tetap menjadi teka-teki di Liverpool. Gelandang Jerman seharga 106 juta pound itu memang paling banyak menciptakan peluang di Premier League musim ini, tetapi hanya dua dari 20 peluang yang berujung assist, dan tak satu pun dikategorikan sebagai peluang emas menurut data Opta. Laga melawan Villarreal bisa menjadi titik baliknya.

Sumber: OneFootball