Breaking
Memuat breaking news...

Panas Ekstrem Landa Jerman, Kereta Dievakuasi hingga Wisata Reichstag Ditutup

Qaplo
Qaplo
Sabtu, 27 Juni 2026 - 4.15 PM WIB
Panas Ekstrem Landa Jerman, Kereta Dievakuasi hingga Wisata Reichstag Ditutup
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BRUSSEL – Jerman menghadapi salah satu gelombang panas paling ekstrem dalam sejarahnya setelah suhu udara di Kota Saarbrucken, wilayah barat daya negara itu, mencapai 41,3 derajat Celsius pada Jumat (26/6). Angka tersebut berpeluang menjadi rekor suhu tertinggi nasional apabila telah dikonfirmasi secara resmi oleh Badan Meteorologi Jerman (DWD).

Para ahli cuaca memperkirakan kondisi belum akan mereda dalam beberapa hari ke depan. Bahkan, sejumlah wilayah diprediksi masih berpotensi mengalami suhu di atas 42 derajat Celsius selama akhir pekan.

Gelombang panas ini bukan hanya memicu ketidaknyamanan, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat, layanan transportasi, hingga operasional sejumlah objek wisata.

Badan Meteorologi Keluarkan Peringatan Panas Ekstrem

Badan Meteorologi Jerman (DWD) mengeluarkan peringatan tekanan panas kategori parah hingga ekstrem di sebagian besar wilayah negara tersebut.

Kelompok yang dinilai paling rentan terdampak adalah lanjut usia, anak-anak, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti gangguan jantung maupun pernapasan.

Kepala Kelompok Penelitian Risiko Lingkungan, Alexandra Schneider, mengatakan suhu tinggi kini menjadi salah satu ancaman kesehatan lingkungan terbesar.

"Panas, bersama dengan polutan udara, kini menjadi salah satu risiko kesehatan lingkungan yang paling signifikan di Jerman dan di seluruh dunia," ujarnya.

Selain meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan akibat panas, cuaca ekstrem juga dapat memperburuk kualitas udara sehingga memengaruhi kesehatan masyarakat.

Festival Batal, Kereta Dievakuasi

Dampak gelombang panas mulai terasa di berbagai sektor. Sejumlah festival dan kegiatan luar ruangan dibatalkan sebagai langkah pencegahan demi keselamatan masyarakat.

Gangguan juga terjadi pada sektor transportasi. Sebuah kereta regional di dekat Bonn yang mengangkut sekitar 475 penumpang terpaksa dievakuasi setelah mengalami gangguan teknis yang menyebabkan sistem pendingin udara tidak berfungsi.

Kereta tersebut berhenti di tengah perjalanan sehingga penumpang harus dievakuasi dalam kondisi cuaca yang sangat panas.

Menurut Kepolisian Federal Jerman, dua penumpang mengalami gangguan sirkulasi darah akibat suhu tinggi. Salah seorang di antaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, sementara penumpang lainnya mengalami luka ringan saat proses evakuasi berlangsung.

Reichstag Ditutup Sementara

Sebagai langkah antisipasi, otoritas Jerman juga menutup akses ke kubah kaca dan teras atap Gedung Reichstag selama akhir pekan.

Penutupan dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan bagi wisatawan maupun petugas yang berada di area terbuka ketika suhu mencapai tingkat berbahaya.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan, menghindari paparan sinar matahari langsung pada siang hari, serta memperbanyak konsumsi air guna mencegah dehidrasi.

Risiko Badai Meningkat Setelah Gelombang Panas

Di tengah suhu yang sangat tinggi, DWD juga memperingatkan kemungkinan munculnya badai petir di sejumlah wilayah.

Fenomena ini dapat terjadi karena pertemuan massa udara panas dengan udara yang lebih dingin, sehingga meningkatkan potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, maupun petir lokal.

Otoritas cuaca meminta masyarakat terus memantau informasi resmi karena kondisi atmosfer diperkirakan masih berubah cepat selama akhir pekan.

Gelombang panas yang melanda Jerman menjadi bagian dari cuaca ekstrem yang dalam beberapa pekan terakhir juga terjadi di sejumlah negara Eropa, sehingga mendorong pemerintah setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, transportasi, dan aktivitas publik.

sumber: anadolu

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait