OpenAI Bikin ChatGPT Bisa Akses iMessage, Privasi Pengguna Apple Jadi Sorotan

OpenAI resmi menghadirkan fitur baru pada 20 Agustus yang memungkinkan ChatGPT mengendalikan layanan iMessage milik Apple. Langkah ini berpotensi memicu kekhawatiran privasi bagi raksasa teknologi asal Cupertino tersebut.
Apa yang Bisa Dilakukan Fitur Ini
Fitur tersebut tersedia untuk ChatGPT versi Mac. Dengan fitur ini, ChatGPT bisa membaca, menulis, hingga mengirim pesan teks atas nama pengguna. Tak hanya itu, sistem OpenAI ini juga mampu menelusuri isi percakapan, membuat ringkasan, serta menggali informasi lain dari aplikasi Pesan (Messages) bawaan Apple.
Persoalannya, Apple selama ini dikenal sangat menjaga privasi penggunanya, terutama soal isi pesan pribadi. Kehadiran alat dari OpenAI yang berpotensi mengunggah data pengguna Apple ke jaringan milik OpenAI pun diperkirakan akan menuai pertanyaan dari berbagai pihak. Hingga berita ini ditulis, perwakilan Apple belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.
Muncul di Tengah Ketegangan Apple-OpenAI
Fitur ini diluncurkan di saat hubungan kedua perusahaan sedang tidak akur. Pada Juli lalu, Apple menggugat OpenAI dengan tuduhan mencuri informasi terkait produk-produk mereka yang belum dirilis ke publik.
Menanggapi kekhawatiran soal privasi, OpenAI menegaskan bahwa fitur ini hanya bisa aktif atas persetujuan pengguna dan tidak membuat indeks dari seluruh pesan yang dimiliki seseorang. Perusahaan itu juga menjelaskan bahwa plug-in tersebut berjalan secara lokal di perangkat Mac, dengan memanfaatkan alat bawaan sistem operasi seperti AppleScript dan Accessibility untuk berinteraksi dengan aplikasi Pesan.
Berlapis-lapis Izin Sebelum Bisa Digunakan
Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna harus melalui sejumlah menu persetujuan, baik di aplikasi ChatGPT maupun di sistem operasi Apple sendiri. Saat pertama kali mengatur integrasi ini, ChatGPT akan menampilkan layar izin yang menjelaskan bahwa riwayat pesan di perangkat akan diakses oleh aplikasi.
Pengguna juga diwajibkan mengubah sejumlah pengaturan privasi di menu System Settings Mac, termasuk mengaktifkan fitur Full Disk Access. Selain itu, ChatGPT perlu diberi izin untuk mengakses nama-nama kontak serta perangkat otomatisasi di sistem. Skema izin semacam ini mirip dengan yang dibutuhkan perangkat lunak otomatisasi berbasis AI lain, seperti Codex Computer Use.
Sebelumnya, OpenAI juga sempat merilis fitur yang memungkinkan ChatGPT menganalisis data dari aplikasi Health di iPhone dan iPad. Bedanya, untuk fitur itu, sistem operasi iOS dan iPadOS mewajibkan pengguna memberi persetujuan khusus sebelum datanya diberikan ke ChatGPT.
Bukan Integrasi Mac Pertama, tapi Paling Sensitif
ChatGPT sebenarnya sudah lebih dulu terhubung dengan sejumlah aplikasi Mac lain, seperti Xcode, Notes, dan Terminal. Namun integrasi-integrasi tersebut dinilai jauh lebih kecil kemungkinannya memicu kekhawatiran tim privasi maupun pemasaran Apple, dibandingkan integrasi tidak resmi dengan aplikasi Pesan ini.
Fitur baru ini juga berpotensi bersinggungan langsung dengan rencana Apple menghadirkan Siri versi AI, yang dirancang mampu menelusuri pesan dan konten lain di perangkat pengguna. Kemampuan semacam itu selama ini dianggap sebagai salah satu keunggulan Apple dibanding chatbot pihak ketiga.
Apple sendiri bukan kali pertama bersikap tegas terhadap fitur serupa. Perusahaan ini pernah menghentikan aplikasi bernama Beeper Mini yang sebelumnya berhasil menghadirkan layanan iMessage ke perangkat Android.
Sumber: Bloomberg

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda