Breaking
Memuat breaking news...

OJK Yakin Penghimpunan Dana Pasar Modal Tetap Tahan Meski Pasar Global Bergejolak

Redaksi
Redaksi
Kamis, 30 Juli 2026 - 6.30 AM WIB
OJK Yakin Penghimpunan Dana Pasar Modal Tetap Tahan Meski Pasar Global Bergejolak
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Qaplo+Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Penghimpunan dana di pasar modal masih akan kuat sampai akhir 2026. Begitu penilaian Otoritas Jasa Keuangan di tengah tekanan pasar global yang belum reda.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan minat korporasi untuk mencari pendanaan lewat pasar modal tetap tinggi.

"Meskipun kondisi pasar global terus menghadapi berbagai tantangan, minat korporasi untuk menggunakan pasar modal sebagai sumber pendanaan tetap kuat," kata Hasan dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7).

Keyakinan itu bukan tanpa dasar. OJK melihat antrean penawaran umum yang masih berjalan.

Target Rp250 triliun, realisasi setengah jalan

Untuk 2026, OJK mematok target penghimpunan dana pasar modal sebesar Rp250 triliun atau sekitar US$13,88 miliar. Angka ini lebih rendah dari realisasi 2025 yang mencapai Rp274,8 triliun, melampaui target tahun lalu Rp220 triliun. Penyesuaian dilakukan karena dinamika ekonomi global masih penuh ketidakpastian.

Per 30 Juni 2026, total dana yang sudah terhimpun mencapai Rp125,7 triliun atau sekitar US$6,98 miliar. Artinya, sudah lebih dari 50% target tahunan tercapai di semester pertama.

Sisa peluangnya terlihat di pipeline. Per 20 Juli 2026, OJK mencatat ada tiga pendaftaran penawaran umum perdana saham (IPO), dua penawaran umum terbatas (PUT) dengan nilai emisi maksimal Rp6,73 triliun, dan empat proses penerbitan obligasi serta sukuk dengan nilai hingga Rp5,25 triliun.

Pipeline ini yang membuat regulator optimistis target tetap bisa dikejar, meski pasar bergejolak.

Bukan cuma soal angka

Hasan menegaskan fokus OJK bukan hanya mengejar nilai target. Reformasi pasar modal berjalan paralel.

"Reformasi pasar modal yang saat ini kami implementasikan adalah upaya membangun fondasi pasar yang lebih kuat dengan meningkatkan kualitas emiten, memperkuat likuiditas, meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola dan penegakan hukum, serta memperluas basis investor," ujarnya.

Kalimat itu merangkum arah kebijakan OJK tahun ini. Kualitas emiten dijaga agar investor punya pilihan yang sehat. Likuiditas didorong agar transaksi lebih aktif. Transparansi dan governance diperkuat untuk membangun kepercayaan.

Konteksnya jelas. Kebutuhan investasi nasional periode 2025-2029 diperkirakan mencapai Rp47.573 triliun menurut proyeksi Bappenas. APBN tidak bisa menanggung semuanya. Pasar modal diharapkan menjadi salah satu mesin pembiayaan utama.

Jika kredibilitas pasar naik, perusahaan punya alternatif pendanaan yang kompetitif. Investor ritel yang kini didominasi generasi muda juga punya ekosistem yang lebih aman.

Hasan menilai dengan fondasi itu, pasar modal bisa tetap menjadi mesin pendanaan yang kompetitif, sehat, dan berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia.

Tambahkan QAPLO sebagai sumber utama Google Discovery
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait