OJK Minta Pelaku Pasar Saham Tetap Tenang Hadapi Hasil Review MSCI Pekan IniOJK Minta Pelaku Pasar Saham Tetap Tenang Hadapi Hasil Review MSCI Pekan Ini

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau para pelaku pasar modal domestik untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi berlebihan menjelang pengumuman hasil tinjauan pasar (market review) oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pengumuman penting bagi pergerakan dana asing ini dijadwalkan meluncur dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa regulator terus mengawal proses ini. OJK secara intensif telah menyuplai data dan informasi yang dibutuhkan tim analis MSCI untuk memberikan penilaian objektif terhadap bursa saham Indonesia.
"Terakhir tanggal 10 Juni kemarin, kami sudah melakukan pertemuan lanjutan di tingkat tim teknis dengan analis MSCI," ujar Hasan saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Dua Agenda Krusial MSCI Juni 2026
Hasan memaparkan bahwa ada dua agenda krusial MSCI yang akan berdampak pada peta investasi pasar modal Indonesia dalam waktu dekat.
Pertama, MSCI dijadwalkan merilis hasil *Global Market Accessibility Review* pada 18 atau 19 Juni 2026 waktu Indonesia. Penilaian ini menyoroti aspek kemudahan akses pasar bagi investor global, termasuk regulasi, likuiditas, dan efisiensi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kedua, hasil Market Classification Review atau tinjauan klasifikasi pasar akan diumumkan pada 23 Juni 2026. Hasil ini yang menentukan apakah posisi Indonesia tetap bertahan atau bergeser dalam bobot indeks pasar berkembang (Emerging Markets).
Menurut Hasan, seluruh data penting, mulai dari transparansi keterbukaan informasi emiten hingga struktur kepemilikan saham (free float) perusahaan yang tercatat di bursa, sudah diserahkan secara lengkap dan diterima dengan baik oleh pihak MSCI.
Investor Diingatkan Hindari Rumor dan Hoaks
Evaluasi berkala ini, kata Hasan, tidak hanya menyasar pasar modal Indonesia, melainkan agenda reguler yang diterapkan kepada seluruh bursa saham di dunia yang masuk dalam cakupan indeks MSCI. Oleh karena itu, OJK meminta investor tidak merespons situasi ini dengan kepanikan yang tidak perlu.
"Saya kira tidak ada alasan untuk panik. Rasa panik sering kali menjadi musuh terbesar investor, terlebih di tengah situasi pasar yang penuh ketidakpastian saat ini," kata Hasan menambahkan.
Menyikapi sentimen negatif dan spekulasi liar yang sempat berembus di kalangan pelaku pasar belakangan ini, regulator mewanti-wanti agar publik lebih selektif dalam menyaring informasi.
"Jangan cepat menelan informasi yang tidak terverifikasi. Kemarin sempat banyak beredar rumor dan hoaks di pasar, investor harus lebih bijak," pungkasnya.

Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda